Medan, (UINSU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) medan melaksanakan rutinitas kegiatan apel Senin (28/09/2026) di Kampus IV Tuntungan, bertindak sebagai pembina apel pagi Wakil Rektor IV bidang Kerjasama, dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Muzakkir, M.A. turut hadir para pimpinan fakultas wakil dekan, ketua dan sekretaris program studi, hingga seluruh tenaga kependidikan di lingkungan UINSU Medan.
Dalam amanatnya, disampaikan bahwa Wisuda ke-89 UIN Sumatera Utara mengusung tema “Alumni Berdampak, Berkolaborasi, dan Berkontribusi untuk Kemandirian Bangsa.” Wisuda tersebut diikuti oleh sebanyak 2.038 wisudawan.


Tema tersebut mengandung pesan agar para alumni UIN Sumatera Utara mampu memberikan manfaat di tengah masyarakat. Alumni diharapkan tidak hanya mengandalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan, tetapi juga mampu membangun jejaring, bekerja sama, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.“Alumni harus berdampak, berkolaborasi, dan berkontribusi. Kita tidak dapat hidup sendiri, sehingga diperlukan kerja sama dan jejaring dengan berbagai pihak,” demikian disampaikan dalam amanat apel.


Selain membahas makna tema wisuda, apel pagi tersebut juga menjadi sarana refleksi mengenai cara berpikir manusia. Mengutip pemikiran yang sering dikaitkan dengan filsuf Yunani, Socrates, manusia dikategorikan ke dalam tiga tingkat pembicaraan, yaitu discuss ideas, discuss events, dan discuss people.Discuss ideas merupakan tingkatan tertinggi, yakni membicarakan ide, gagasan, inovasi, serta solusi. Tingkatan kedua, discuss events, berkaitan dengan pembahasan mengenai berbagai peristiwa yang sedang terjadi. Sementara itu, discuss people menjadi tingkatan terendah karena pembicaraan lebih banyak berfokus pada orang lain, yang dapat mengarah pada gosip dan kritik tanpa solusi.


Sivitas akademika UIN Sumatera Utara diharapkan dapat membangun budaya berpikir yang berorientasi pada gagasan, inovasi, dan penyelesaian masalah. Dengan demikian, setiap individu dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan kampus.
“Apa gagasan, ide, inovasi, dan solusi yang dapat kita berikan untuk menghadapi berbagai dinamika di UIN Sumatera Utara?” ujarnya. Menutup amanatnya, Prof. Dr. Muzakkir mengingatkan pentingnya menjadi pribadi yang memberikan keteladanan dan manfaat bagi sesama. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, “Khiyārukum khiyāru ‘ibādillāh, idzā ru’ū dzukirallāh,” yang bermakna bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang ketika dipandang mengingatkan kepada Allah. Sebaliknya, perilaku gemar mencari kesalahan, menyebarkan ghibah, fitnah, dan mengadu domba perlu dihindari. Melalui apel pagi ini, seluruh sivitas akademika diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap berbagai agenda kampus serta bersama-sama membangun UIN Sumatera Utara menjadi perguruan tinggi yang unggul, kolaboratif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.(Humas).


