Medan (UINSU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan terus memperluas jejaring kemitraan strategis di kancah internasional. Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag, yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag, menghadiri jamuan makan malam kehormatan bersama Duta Besar (Dubes) Malaysia untuk Indonesia, Tuan Yang Terutama (TYT) Dato’ Muzafar Shah Mustafa atas undangan resmi Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Shahril Nizam Abdul Malek, di kediaman resminya, Kompleks Palace Residence Medan, Kamis (8/10).

Pertemuan strategis bernuansa hangat ini turut dihadiri oleh Konsul Jenderal Kehormatan Republik Turki, Dr. H. Rahmat Shah, serta jajaran konsul jenderal dari negara-negara sahabat lainnya yang berkedudukan di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Kehadiran UINSU Medan di tengah lingkar diplomatik menjadi penegasan atas peran aktif perguruan tinggi Islam negeri dalam diplomasi kebudayaan dan pendidikan antarbangsa.

Dalam forum diskusi yang berlangsung konstruktif tersebut, UINSU Medan menjadikan momentum untuk mendiskusikan sejumlah agenda strategis kerja sama bilateral di sektor perguruan tinggi yang memfokuskan pada penguatan kolaborasi pengajaran lintas negara, riset dan publikasi ilmiah bersama (joint research), pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional, hingga strategi peningkatan kuantitas dan kualitas mahasiswa internasional asal Malaysia yang menempuh pendidikan di UINSU Medan.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UINSU Medan, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., menyampaikan salam takzim sekaligus arahan dari Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., mengenai komitmen teguh institusi dalam membuka akses jejaring seluas-luasnya dengan berbagai institusi terkemuka di kawasan Asia Tenggara, khususnya Malaysia.

“Hubungan antara Indonesia dan Malaysia memiliki ikatan historis, sosio-kultural, dan emosional yang sangat kokoh sebagai bangsa serumpun. Posisi geografis Sumatera Utara yang bertetangga dekat dengan Semenanjung Malaysia harus kita maksimalkan menjadi jembatan kemajuan akademik. UINSU Medan siap mengimplementasikan program nyata, mulai dari kolaborasi riset antardosen, program pengabdian masyarakat melalui KKN Internasional yang melibatkan mahasiswa kedua negara, hingga membuka pintu seluas-luasnya serta menyiapkan ekosistem ramah bagi mahasiswa asal Malaysia yang berkuliah di UINSU,” ujar Prof. Muzakkir.

Guru Besar UINSU Medan Bidang Ilmu Tasawuf juga menambahkan bahwa UINSU Medan saat ini terus meningkatkan mutu kurikulum, fasilitas penunjang, serta tata kelola layanan mahasiswa internasional guna memberikan kenyamanan akademik bagi mahasiswa asing, khususnya dari Malaysia yang berminat mendalami studi keislaman, integrasi sains, dan ilmu sosial terapan.

Merespons inisiatif tersebut, Dubes Malaysia untuk Indonesia, TYT Dato’ Muzafar Shah Mustafa menyambut positif kesiapan UINSU Medan dalam membuka peluang kolaborasi yang lebih terstruktur. Pihaknya mengapresiasi peran perguruan tinggi Islam di Indonesia dalam memajukan peradaban keilmuan kawasan Asia Tenggara serta menyatakan komitmen untuk mendukung realisasi kerja sama akademik bilateral.

Senada dengan hal itu, Konjen Malaysia di Medan, Shahril Nizam Abdul Malek menyatakan kesiapannya menjadi jembatan penghubung antara UINSU Medan dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun lembaga riset di Malaysia agar poin-poin kesepahaman ini dapat segera dirumuskan ke dalam naskah perjanjian kerja sama konkret.

Pertemuan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut ditutup dengan sesi ramah tamah, foto bersama para konsul jenderal negara sahabat, serta penyerahan cinderamata sebagai wujud sinergi berkelanjutan antara UINSU Medan dan komunitas diplomatik internasional. Dengan semangat kemitraan dan diplomasi pendidikan, UINSU Medan diharapkan dapat memperluas kiprahnya dalam jejaring pendidikan tinggi internasional, sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi mahasiswa, dosen, masyarakat, dan pengembangan hubungan persahabatan antarnegara.

Skip to content