Medan (UINSU)
Komisi VIII DPR RI bersama Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan dan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RI menyelenggarakan kegiatan “Penguatan Profesionalisme Guru untuk Mewujudkan Pendidikan Islam yang Bermutu dan Berdaya Saing”. Acara yang dikemas dalam forum Ngobrol Bareng Pendidikan Islam (Ngopi) ini berlangsung khidmat di Hotel Syariah Grand Jamee, Medan, pada Senin (12/10/2026).
Mengawali rangkaian acara, Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VIII DPR RI H.M. Husni, SE., MM., dalam sambutannya menegaskan komitmen kuat parlemen untuk terus mengawal dan memperjuangkan kesetaraan tunjangan serta kesejahteraan para guru agama agar seimbang dengan tenaga pendidik di sekolah umum. Beliau menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan di Kementerian Agama pada tahun 2026 berfokus pada keagamaan dan pendidikan Islam. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), H.M. Husni menggarisbawahi bahwa sehebat apa pun teknologi modern, peran sentral seorang guru dalam membentuk karakter, keteladanan, akhlakul karimah, serta nilai-nilai spiritual peserta didik tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin.


Melanjutkan kegiatan, Rektor UINSU Medan Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., dalam sambutan pembukanya mengapresiasi tinggi kepedulian dan sinergi berkelanjutan yang ditunjukkan H.M. Husni bersama Komisi VIII DPR RI dalam mendukung kemajuan pendidikan Islam dan pengembangan UINSU. Pada kesempatan tersebut, Prof. Nurhayati tampil langsung menyampaikan pemaparan materi utama bertajuk “Transformasi Profesionalisme Guru Pendidikan Islam di Era Digital”. Beliau menjelaskan bahwa profesionalisme guru zaman kini bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan kemampuan beradaptasi secara kritis dan etis terhadap teknologi. Rektor mendorong pergeseran menuju deep learning yang berlandaskan tiga prinsip: mindful (peserta didik sadar proses belajar), meaningful (memahami makna dan relevansi kehidupan), serta joyful (proses belajar yang menyenangkan).
Lebih mendalam, Prof. Nurhayati memaparkan pemanfaatan AI yang efektif pada lima tahap pembelajaran (Plan, Create, Assess, Reflect, Differentiate) serta lima strategi penguatan kapasitas guru (continuous learning, collaborative learning, reflective practice, research-based practice, dan digital & AI literacy). Beliau menegaskan bahwa teknologi membantu guru mengajar, namun hanya gurulah yang mampu menghadirkan makna, nilai, dan keteladanan. Di samping materi ilmiah, Rektor turut membagikan perkembangan pesat UINSU Medan yang kini mengelola 6 kampus dengan hampir 30.000 mahasiswa, telah meraih Akreditasi “Unggul” BAN-PT pada 2024, peningkatan prodi Unggul dari 7 menjadi 39 prodi, penembusan THE Impact Rankings (posisi 1000–1500 dunia), predikat PTKN Terbaik Ke-3 se-Indonesia dari Kemenag RI, serta lonjakan jumlah Guru Besar dari 23 menjadi 71 orang yang diiringi penguatan tunjangan kesejahteraan pendidik.
Forum yang dipandu oleh moderator Jamaluddin Saputra ini berjalan hangat dan interaktif. Kegiatan turut dihadiri oleh Ketua Panitia Muhammad Rifa’i, M.Pd., beserta ratusan perwakilan asosiasi guru PAI dan majelis taklim se-Sumatera Utara, antara lain MGMP PAI Kota Medan, PGSI Kota Medan, FKG PAI Sumut, Fatwa Al-Amin, Muslimat Al-Wasliyah, hingga Forum Ustazah Sumut. (Humas)








