Medan (UINSU)
Dalam upaya memperkuat pilar tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas, Senat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Senat UINSU Medan yang mengusung tema “Memperkuat Fungsi Pengawasan dan Pertimbangan dalam Tata Kelola Perguruan Tinggi” yang berlangsung khidmat, produktif, dan penuh gagasan di TravelBiz Hotel Medan, Kamis (22/10).
Agenda strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Senat, para Ketua dan Sekretaris Komisi, serta seluruh anggota Senat dan Guru Besar UINSU Medan. Kehadiran para akademisi senior serta pakar dari berbagai disiplin ilmu ini menegaskan komitmen kolektif lembaga tertinggi di bidang akademik tersebut untuk terus mendorong penguatan kelembagaan UINSU Medan di tengah dinamika dan tantangan pendidikan tinggi modern.
Ketua Senat UINSU Medan, Prof. Dr. Pagar, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan FGD Senat UINSU Medan merupakan langkah nyata untuk merevitalisasi dan mengoptimalkan peran senat sebagai mitra strategis pimpinan universitas. Menurutnya, fungsi pengawasan dan pemberian pertimbangan akademis bukanlah sekadar prosedur formalitas, melainkan ruh utama dalam menjaga moralitas, etika, serta arah kebijakan kampus.
“Senat memiliki tanggung jawab moral, akademis, dan kelembagaan yang sangat besar dalam mengawal perjalanan universitas. Melalui forum FGD ini, kita ingin mempertegas kembali fungsi pengawasan serta meningkatkan efektivitas pertimbangan senat, sehingga tata kelola di UINSU Medan dapat berjalan semakin sehat, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ungkap Prof. Pagar.
Kegiatan FGD ini secara resmi dibuka oleh Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag, Dalam pidato sambutan sekaligus pembukaannya, Rektor menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan komitmen Senat UINSU Medan dalam menggelar forum diskusi terarah ini. Prof. Nurhayati menegaskan bahwa hubungan sinergis, konstruktif, dan harmonis antara jajaran Rektorat dan Senat adalah kunci utama untuk membawa UINSU Medan menuju perguruan tinggi berkelas dunia (World Class University). (Humas)



“Penguatan fungsi senat, terutama dalam aspek pengawasan dan pertimbangan akademis, sangat krusial untuk memastikan setiap keputusan strategis yang diambil universitas tetap berada pada koridor hukum, etika, dan standar mutu yang tinggi. Kebersamaan dan sumbangsih pemikiran dari para Guru Besar serta anggota Senat adalah energi utama kita untuk memajukan UINSU Medan secara berkelanjutan,” ujar Prof. Nurhayati.
Lebih lanjut, Rektor juga menambahkan refleksi atas berbagai capaian strategis dan lompatan kemajuan yang berhasil diraih UINSU Medan selama hampir empat tahun masa kepemimpinannya. Berbagai transformasi penting telah diwujudkan, mulai dari peningkatan status akreditasi institusi dan program studi telah unggul, masuk dalam pemeringkatan dunia Times Higher Education pada posisi Rangking THE Sustainability Impact Ratings 2026, penguatan sarana dan prasarana kampus, peningkatan kerja sama lintas sektor, hingga akselerasi budaya riset dan publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Prof. Nurhayati menekankan bahwa seluruh keberhasilan dan rekor capaian yang diraih UINSU Medan dalam beberapa tahun terakhir bukanlah hasil kerja individual, melainkan buah dari kolaborasi solid seluruh komponen kampus yang disebut sebagai Super Tim UINSU Medan. Rektor menutup dalam tambahan pidatonya bahwa dukungan harmonis antara badan eksekutif rektorat dan Senat Universitas menjadi kunci utama terciptanya kondusivitas iklim akademik. Sinergi ini terbukti mampu mengawal UINSU Medan melewati berbagai dinamika dan tantangan tata kelola hingga tumbuh menjadi salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terdepan di Indonesia.
FGD Senat UINSU Medan menghadirkan dua narasumber bereputasi yang memiliki pengalaman luas dalam kepemimpinan akademis dan manajemen perguruan tinggi sebagai acuan dalam memperkaya perspektif dan melahirkan rekomendasi yang komprehensif Senat UINSU Medan diantaranya, Rektor Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan sekaligus Purnabakti Guru Besar UINSU Medan, Prof. Dr. H. Syaiful Akhyar Lubis, M.A, memaparkan materi mengenai histori, etika kepemimpinan akademis, serta pentingnya menjaga independensi dan marwah senat dalam memberikan pertimbangan yang objektif demi kemajuan institusi.
Kemudian, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian, dan Internasionalisasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Assoc. Prof. Dr. Rudianto, S.Sos., M.Si, Membagikan gagasan serta best practices terkait implementasi Good University Governance (GUG), penguatan tata kelola kelembagaan berbasis inovasi, serta strategi pemetaan pengawasan untuk mendukung akselerasi riset dan internasionalisasi kampus. Sesi diskusi panel berjalan dinamis dan hangat. Para Guru Besar dan anggota Senat UINSU Medan antusias memberikan masukan, tanggapan, serta pemikiran kritis-konstruktif terkait perumusan regulasi internal dan pemetaan prioritas pengawasan ke depan.
Melalui pelaksanaan FGD Pemberdayaan ini, Senat UINSU Medan diharapkan mampu merumuskan poin-poin rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan secara nyata dalam sistem tata kelola kampus. Langkah ini menjadi fondasi kokoh bagi UINSU Medan untuk terus tumbuh menjadi pusat keunggulan (center of excellence) pendidikan tinggi Islam yang kompetitif, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.






