Medan (UINSU)
Sivitas akademika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali melaksanakan rutinitas apel pagi di pelataran Kampus IV Tuntungan pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor UINSU, jajaran Wakil Rektor, Kepala Biro AUPK dan AAKK, para Dekan dan Wakil Dekan, hingga seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang bertugas di lingkungan kampus tersebut. Bertindak sebagai pembina apel, Wakil Dekan I Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Prof. Dr. Hasrat Efendi Samosir, MA, menyampaikan pesan-pesan mendalam mengenai pentingnya spiritualitas kerja dan soliditas tim dalam memajukan institusi.
Dalam amanatnya, Prof. Hasrat menekankan bahwa setiap langkah kaki pegawai dari rumah menuju kampus harus didasari oleh rasa tawakal dan doa. Beliau mengutip tiga makna penting dalam doa keluar rumah, yakni harapan akan hidayah Allah dalam setiap solusi masalah, perlindungan keamanan selama bekerja, serta kecukupan nikmat yang datang melalui rasa syukur. Menurutnya, pekerjaan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di universitas bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk ibadah yang akan bernilai mulia jika dilaksanakan dengan hati yang tulus dan penuh kesadaran akan nikmat Tuhan.


Lebih lanjut, Prof. Hasrat memberikan perumpamaan yang menarik mengenai eksistensi sebuah organisasi melalui filosofi mobil bergerak. Beliau menganalogikan bahwa sehebat dan semahal apa pun sebuah mobil, ia tidak akan bisa berjalan tanpa komponen kecil seperti pentil ban. Hal ini digunakan untuk mengingatkan seluruh peserta apel bahwa setiap individu di UINSU, mulai dari pimpinan tertinggi hingga petugas keamanan dan kebersihan, memiliki peran vital yang saling mendukung. Tidak boleh ada ego sektoral karena keberhasilan universitas tidak bergantung pada sosok “Superman,” melainkan pada kekokohan sebuah “Super Team” yang bergerak serentak.
Prof. Hasrat juga menyinggung pentingnya menjaga integritas dan rasa cukup dalam menjalankan amanah jabatan. Beliau mengingatkan agar seluruh pegawai menjauhkan diri dari praktik-praktik yang tidak terpuji dengan mengambil pelajaran dari berbagai kasus hukum yang pernah terjadi di instansi lain. Dengan rasa syukur yang kuat, setiap civitas akademika diharapkan dapat bekerja lebih optimal tanpa harus mencari keuntungan yang melanggar aturan. Pesan ini menjadi peringatan sekaligus motivasi bagi seluruh tenaga pendidik dan kependidikan untuk menjaga nama baik institusi di tengah upaya UINSU bertransformasi menjadi kampus yang unggul.
Apel pagi ini diakhiri dengan ajakan untuk mendukung visi “UIN Smart” yang telah dicanangkan oleh Rektor melalui kerja sama yang kolektif-kolegial. Prof. Hasrat berharap semangat yang dibangun melalui apel pagi ini dapat menjadi stimulan bagi seluruh sivitas akademika untuk terus bergerak dinamis. Dengan integrasi nilai-nilai keislaman dan profesionalisme, Kampus IV Tuntungan diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi kemajuan UIN Sumatera Utara Medan di masa depan, demi melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual. (Humas)



