Medan (UINSU)
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai Aula Lt. 3 Biro Rektor Kampus IV Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Medan pada Rabu, 30 September 2026. UIN SU Medan bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik India di Medan menyelenggarakan rangkaian kegiatan monumental, yakni Peresmian Bharat Corner yang dilanjutkan dengan acara Nonton Bareng (Nobar) film inspiratif India bertajuk English Vinglish.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan UIN SU Medan dan perwakilan diplomatik India. Dari pihak Konsulat Jenderal Republik India di Medan, hadir Mr. Ankit Sharma (Assistant Consular Officer) yang hadir mewakili Konsul Jenderal, didampingi oleh Ms. Shannia Yesenia.

Sementara itu, dari pihak tuan rumah hadir langsung Rektor UIN SU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., didampingi oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama Prof. Dr. Muzakkir, M.A., Kepala Pusat Layanan Internasional (Kapuslain) Prof. Dr. Anshari Yamamah, M.A., serta Kepala Perpustakaan UIN SU, Hildayati Raudah Hutasoit, S.Sos., M.M. Acara ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari sekitar 100 mahasiswa dan sivitas akademika UIN SU Medan yang memadati lokasi acara.

Sambutan Hangat dan Pesan Strategis Rektor UIN SU Medan

Sebelum memasuki sesi penayangan film, Rektor UIN SU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan sambutan hangat dan penuh keakraban. Dalam pidatonya, Rektor menyambut gembira kedatangan perwakilan Konsulat Jenderal India. Momen unik terjadi saat Rektor berseloroh memuji penampilan Mr. Ankit Sharma yang dinilainya tampan dan masih sangat muda bak bintang film ternama India, Shah Rukh Khan, yang disambut tepuk tangan dan gelak tawa ceria dari para mahasiswa.

Prof. Nurhayati menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan India merupakan pertemuan dua peradaban besar di Asia yang kaya akan sejarah, keanekaragaman budaya, dan nilai kerja keras.

“Peresmian Bharat Corner yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar tentang peresmian sebuah ruangan atau koleksi buku semata. Ini adalah sebuah ‘jendela’—jendela bagi mahasiswa UIN SU Medan untuk melihat dunia India secara langsung, baik dari segi budaya, perkembangan sains, teknologi, maupun sistem pendidikannya. Sebaliknya, ini juga menjadi jendela bagi India untuk memahami Islam Indonesia yang moderat dan Rahmatan lil ‘Alamin,” tutur Rektor Prof. Nurhayati.

Rektor juga menekankan pentingnya tindak lanjut konkret (concrete follow-up) dari kerja sama ini. Beliau mengungkapkan bahwa sekitar lima bulan lalu, dua dosen UIN SU telah dikirim ke India untuk mengikuti program pelatihan. Ke depan, peluang seperti beasiswa Indian Council for Cultural Relations (ICCR) maupun program kursus singkat (short course) juga dapat dimanfaatkan secara luas oleh para mahasiswa UIN SU Medan.

Di akhir sambutannya, Rektor juga menyelipkan kisah santainya mengenai kegemarannya menonton film India sebagai media hiburan dan hiburan penghilang penat. Beliau berharap film yang ditayangkan dapat memberikan pesan moral yang mendalam serta menginspirasi para mahasiswa.

Film “English Vinglish”: Perjuangan Menemukan Jatidiri dan Harga Diri

Setelah prosesi peresmian Bharat Corner usai, acara dilanjutkan dengan Nonton Bareng film komedi-drama populer asal India berjudul English Vinglish (2012) karya sutradara Gauri Shinde. Film ini memboyong aktris legendaris India, Sridevi, yang berperan sebagai tokoh utama bernama Shashi Godbole.

Sinopsis Singkat:

English Vinglish mengisahkan tentang Shashi Godbole, seorang ibu rumah tangga yang manis, penuh kasih, dan pandai membuat kudapan manis tradisional India (laddoo). Meskipun sosok istri dan ibu yang sangat berdedikasi, Shashi sering kali diremehkan dan dijadikan bahan ejekan oleh suami dan anak perempuannya hanya karena ia tidak mahir berbahasa Inggris.

Kesempatan besar datang ketika Shashi harus terbang sendirian ke New York, Amerika Serikat, untuk membantu persiapan pernikahan keponakannya. Berada di negara asing tanpa kemampuan bahasa Inggris sempat membuatnya merasa tidak percaya diri. Namun, dengan keberanian dan tekad yang kuat, Shashi secara rahasia mendaftar kursus bahasa Inggris intensif selama empat minggu.

Di kelas kursus tersebut, Shashi bertemu dengan teman-teman dari berbagai belahan dunia yang memiliki latar belakang budaya berbeda namun bernasib sama. Melalui perjuangan belajar bahasa Inggris tersebut, Shashi tidak hanya menguasai keterampilan berbahasa baru, tetapi juga berhasil menemukan kembali harga diri (self-respect), rasa percaya diri, dan penghormatan yang layak ia dapatkan dari keluarga serta lingkungannya. Film ini menyajikan pesan kuat mengenai pemberdayaan perempuan, pentingnya rasa saling menghargai dalam keluarga, serta bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Antusiasme Tinggi dan Kebersamaan Civitas Akademika

Acara Nonton Bareng berlangsung seru dan interaktif. Para mahasiswa dan jajaran pejabat universitas yang hadir tampak larut dalam jalan cerita film yang menyentuh hati, diselingi humor khas India.

Melalui peresmian Bharat Corner dan kegiatan kebudayaan seperti Nobar ini, UIN SU Medan terus membuktikan komitmennya sebagai perguruan tinggi Islam bereputasi internasional yang terbuka terhadap kolaborasi global serta siap melahirkan lulusan berwawasan luas dan berdaya saing tinggi. (Humas)

Skip to content