Medan (UINSU)
Rabu, 21 Oktober 2026 – Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali memperkuat sinergi dengan industri perbankan nasional. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Bisnis (Pusbangnis) UINSU sebagai Person in Charge (PIC) sukses menyelenggarakan Studium Generale bertajuk “Transformasi Perbankan Syariah Nasional: Inovasi, Daya Saing, dan Peran Strategis Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan yang dilaksanakan di Gelanggang Mahasiswa Kampus 1 UINSU Medan ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh ratusan mahasiswa FEBI dari jenjang S1, S2, hingga S3.
Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., hadir membuka acara secara resmi dengan didampingi oleh Wakil Rektor IV Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., Kepala Biro AUPK Dr. Ibnu Sa’dan, M.Pd., serta seluruh jajaran Dekanat FEBI. Dalam sambutan pembukanya, Rektor mengapresiasi kunjungan jajaran pimpinan Bank Syariah Nasional (BSN) yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama, Bapak Alex Sofjan Noor. Beliau menyoroti bahwa pertemuan ini melanjutkan kolaborasi positif sebelumnya pada Januari 2026, di mana Bank BSN menyalurkan beasiswa senilai Rp 250 juta bagi para mahasiswa UINSU yang terdampak musibah banjir.



Dalam rangkaian pembukaan tersebut, dilakukan pula penyerahan sejumlah fasilitas dan bantuan secara simbolis dari Bank BSN kepada UINSU. Bantuan tersebut meliputi peluncuran perdana Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) khusus mahasiswa FEBI, penyerahan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk perbaikan dan renovasi Masjid Kampus Sutomo, serta dukungan pemindahan fasilitas kesehatan (faskes) mahasiswa ke Klinik Pratama UINSU.
Sebelum menutup sambutannya dan meresmikan acara, Rektor memberikan pesan tegas bahwa pesatnya transformasi digital di industri keuangan tidak akan bernilai tanpa adanya pilar moral.
“Kekuatan perbankan syariah bukan hanya terletak pada teknologi dan pertumbuhan bisnis, melainkan juga pada nilai-nilai keadilan, kejujuran, amanah, dan kemaslahatan yang menjadi landasan utamanya,” tegas Rektor UINSU. Beliau mendorong mahasiswa untuk menjadi generasi cerdas, inovatif, dan berintegritas tinggi untuk menyongsong terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.



Setelah acara resmi dibuka oleh Rektor, kegiatan langsung dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi Studium Generale dari Direktur Utama Bank BSN. Dalam paparannya, Alex Sofjan Noor menyoroti pangsa pasar perbankan syariah nasional yang masih di angka 7,36 persen, jauh tertinggal dari potensi populasi Muslim Indonesia. Untuk memperkuat daya saing, ia menekankan urgensi literasi keuangan yang harus dipraktikkan sejak di bangku kuliah—mulai dari mencatat kas, menyusun anggaran bulanan, hingga membangun dana darurat. Ia juga mengajak para mahasiswa agar berperan aktif sebagai inovator di industri keuangan syariah melalui berbagai program kolaborasi dan magang yang telah disiapkan oleh Bank BSN.
Antusiasme peserta semakin memuncak pada akhir materi ketika sesi tanya jawab dibuka. Sesi interaktif ini diwarnai dengan pembagian doorprize menarik bagi mahasiswa yang berhasil mengajukan pertanyaan kritis, serta bagi mereka yang berani maju untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan langsung oleh Dirut BSN. Diskusi dua arah ini sukses menciptakan suasana akademik yang hidup dan menutup keseluruhan rangkaian kegiatan dengan penuh kemeriahan. (Humas)








