*Medan (UINSU) — Perjalanan panjang pengabdian Dr. H. Tohar Bayoangin, M.Ag. di dunia birokrasi dan pendidikan tinggi keagamaan Islam resmi memasuki babak baru setelah menuntaskan masa kerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 40 tahun 8 bulan.

Memulai kariernya dari level bawah sebagai CPNS Staf di Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara pada Juli 1986 dengan pangkat Pengatur Muda (II/a), Tohar terus menunjukkan dedikasi dan integritas hingga berhasil meraih puncak pangkat ASN sebagai Pembina Utama Madya (IV/e).

Sepanjang empat dekade pengabdiannya, sosok yang menuntaskan pendidikan S1 Pendidikan Agama Islam di UISU (1992), S2 Pendidikan Islam di IAIN Sumatera Utara (2002), dan S3 Manajemen Pendidikan Islam di UIN SU Medan (2016) ini telah melintasi berbagai posisi strategis.

Tohar tercatat pernah mengemban amanah penting, di antaranya sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Lawas Utara (2011–2013), Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumut (2013–2014), hingga dipercaya menduduki posisi puncak sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (2014–2017).

Rekam jejak kepemimpinannya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) juga sangat kuat. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Biro AUAK IAIN Padangsidimpuan, Kepala Biro AUPK UIN Sumatera Utara, hingga Kepala Biro AUAK IAIN Lhokseumawe. Pengabdian pamungkasnya ditutup dengan mengemban jabatan sebagai Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Sumatera Utara Medan periode September 2024 hingga Oktober 2026.

Rektor UIN SU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.A., memberikan apresiasi mendalam atas pengabdian panjang Tohar Bayoangin. Menurut Prof. Nurhayati, ia sudah lama mengenal sosok Tohar sebagai pribadi yang ulet dan berintegritas tinggi.

“Beliau adalah sosok pekerja keras dan memiliki komitmen luar biasa untuk memberikan kebaikan serta kontribusi terbaik bagi tempat di mana pun beliau bertugas. Atas nama civitas akademika, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan pengabdian beliau selama di UIN SU. Kami mendoakan Pak Tohar senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta kesuksesan dalam melangkah di tahap pengabdian berikutnya,” ujar Rektor.

Prof. Nurhayati juga menambahkan harapannya agar Tohar terus menginspirasi di luar lingkungan kampus, khususnya dalam memajukan dan mengembangkan dunia pendidikan pesantren yang saat ini sedang ditekuni oleh Tohar.

Kesan mendalam juga dirasakan oleh para pimpinan UIN SU Medan. Para Wakil Rektor menyatakan rasa terima kasih atas sinergi yang terbangun selama ini. Mereka menilai Tohar merupakan mitra kerja yang sangat kooperatif, maksimal dalam berkolaborasi, serta senantiasa saling mendukung dalam memajukan kelembagaan kampus.

Kehilangan juga dirasakan oleh rekan sejawat sesama Kepala Biro, Dr. H. Ibnu Sa’dan, M.Pd. Ia mengungkapkan bahwa hubungan kerjanya dengan Tohar sudah melampaui sekat profesionalitas.

“Pak Tohar bukan sekadar rekan kerja atau kawan berdiskusi di birokrasi, tetapi sudah saya anggap sebagai sahabat erat dan saudara sendiri. Teladan kerja keras dan kesabaran beliau tentu akan selalu menjadi inspirasi bagi kami yang ditinggalkan,” ungkap Ibnu Sa’dan.

Dengan rekam jejak yang lengkap dari tingkatan paling dasar hingga jajaran eksekutif birokrasi, purnabakti Dr. H. Tohar Bayoangin menjadi bukti nyata keberhasilan seorang pilar pendidikan Islam dalam mengabdi sepenuh hati untuk bangsa dan negara.

Meskipun tugas resminya sebagai ASN telah usai, nilai-nilai disiplin, kesabaran, dan semangat pelayanan tanpa lelah yang ditanamkan Pak Tohar dipastikan akan terus menjadi warisan berharga bagi generasi penerus di lingkungan UIN SU Medan dan instansi Kemenag. Pengabdian beliau kini melintasi batas birokrasi, berlanjut memperkuat pondasi pendidikan pesantren demi mencetak generasi Islami masa depan. (Humas)

Skip to content