Medan (UINSU)– Sumatera Utara kehilangan salah seorang tokoh pendidikan Islam. Prof. Dr. H.M. Yasir Nasution, mantan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara, meninggal dunia pada Senin (2/11/2026) pukul 03.53 WIB di Medan. Kepergian guru besar tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar perguruan tinggi Islam, kalangan akademisi, tokoh agama, serta masyarakat Mandailing Natal.

Almarhum merupakan akademisi yang memiliki perjalanan panjang dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam. Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki fondasi keilmuan pesantren sekaligus pengalaman akademik dan kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi. Sebagai putra Mandailing, Prof. Yasir memiliki kedekatan kuat dengan tradisi pendidikan Islam. Ia merupakan hafiz Al-Qur’an dan alumni Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal.

Latar belakang pesantren tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter keilmuan dan keagamaannya. Pengabdiannya kemudian berkembang melalui berbagai tanggung jawab akademik dan struktural di IAIN Sumatera Utara.

Berdasarkan riwayat jabatan yang dipublikasikan UIN Sumatera Utara, Prof. Yasir pernah menjabat Wakil Dekan Fakultas Syariah pada 1979–1983, kemudian menjadi Dekan Fakultas Syariah pada 1988–1996. Ia selanjutnya dipercaya sebagai Direktur Program Pascasarjana IAIN Sumatera Utara pada 1995–1997 dan Pembantu Rektor Bidang Akademik pada 1997–2001.

Puncak perjalanan kariernya berlangsung ketika dipercaya menjadi Rektor IAIN Sumatera Utara selama dua periode, yakni 2001–2009. Kepemimpinan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan perguruan tinggi Islam negeri di Sumatera Utara, yang kemudian bertransformasi menjadi UIN Sumatera Utara Medan.

Selama perjalanan pengabdiannya, almarhum tidak hanya dikenal melalui jabatan yang pernah diemban, tetapi juga sebagai figur akademisi senior yang memiliki kontribusi terhadap pembinaan tradisi keilmuan dan pengembangan institusi.

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhum. Ia mengenang Prof. Yasir sebagai guru, orang tua, dan teladan bagi keluarga besar universitas. Menurutnya, dedikasi dan integritas keilmuan almarhum merupakan bagian dari warisan penting bagi generasi penerus UIN Sumatera Utara.

Pada prosesi pelepasan jenazah, Rektor diwakili Wakil Rektor II, Dr. Abrar M. Dawud Faza, yang menyampaikan sambutan atas nama pimpinan dan seluruh sivitas akademika. Sambutan tersebut menjadi bentuk penghormatan institusi kepada mantan rektor yang pernah memimpin IAIN Sumatera Utara selama delapan tahun.

Setelah disemayamkan di Medan, jenazah dibawa ke kampung halaman di Panyabungan Jae, Kabupaten Mandailing Natal. Almarhum dimakamkan pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB. Prosesi takziah pada malam Selasa berlangsung ramai. Keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, ulama, akademisi, dan warga setempat datang silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa serta mendoakan almarhum.

Kepulangan Prof. Yasir ke tanah kelahirannya menjadi penutup perjalanan panjang seorang putra daerah yang mengabdikan hidupnya bagi pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan Islam.

Kepergiannya sekaligus menjadi pengingat bahwa keberlanjutan sebuah institusi pendidikan tidak terlepas dari kontribusi para pendahulunya. Bagi UIN Sumatera Utara, nama Prof. Dr. H.M. Yasir Nasution akan tetap tercatat dalam sejarah kepemimpinan dan perkembangan pendidikan tinggi Islam di Sumatera Utara.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala kekhilafannya, dan menempatkannya di sisi terbaik-Nya. (Humas)

Skip to content