Medan (UINSU) – Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., secara resmi membuka Kongres XIV Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) Tahun 2026 di Le Polonia Hotel & Convention Medan, Kamis (5/11/2026). Mengusung tema “Rekonstruksi Arah Kebijakan Strategis Nasional untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Regional Berkelanjutan”, kongres ini menjadi momentum strategis memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam merumuskan arah kebijakan ekonomi nasional dan pembangunan regional.
Kongres XIV AFEBI berlangsung pada 4–7 November 2026 dan diikuti sebanyak 262 peserta dari 63 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UINSU Medan yang dipimpin Prof. Dr. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. bertindak sebagai tuan rumah sekaligus penyelenggara kegiatan. Kepercayaan ini menjadi momentum penting bagi UINSU untuk memperluas jejaring akademik nasional serta memperkuat peran perguruan tinggi keagamaan Islam dalam pengembangan ekonomi dan bisnis Indonesia.



Dalam sambutannya, Rektor Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag. menegaskan bahwa perguruan tinggi, khususnya fakultas ekonomi dan bisnis, tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan menghasilkan lulusan yang kompeten. Lebih dari itu, perguruan tinggi harus mampu menjadi pusat pengembangan pemikiran, inovasi, penelitian, serta menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, tuntutan tersebut semakin relevan di tengah dinamika ekonomi global, percepatan transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta tantangan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, AFEBI diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarfakultas ekonomi dan bisnis di Indonesia, tidak hanya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, tetapi juga memperluas kontribusi akademisi terhadap pembangunan nasional.
“Perguruan tinggi harus mampu bergerak dari sekadar menghasilkan pengetahuan menuju institusi yang menciptakan dampak nyata,” tegasnya.
Rektor juga menekankan pentingnya mengintegrasikan keunggulan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman dan tanggung jawab sosial dalam pengembangan ekonomi. Sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, UINSU memiliki komitmen untuk menghadirkan pendidikan dan pengembangan keilmuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berlandaskan nilai keadilan, keseimbangan, amanah, dan kemaslahatan.
Ia berpandangan bahwa kemajuan ekonomi tidak semata-mata diukur melalui angka pertumbuhan statistik, melainkan juga harus tercermin dari keadilan, pemerataan kesempatan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta keberlanjutan kehidupan. Dalam konteks tersebut, kolaborasi antara fakultas ekonomi dan bisnis dengan fakultas ekonomi dan bisnis Islam menjadi kekuatan penting untuk membangun ekosistem pendidikan ekonomi yang inklusif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Pada kesempatan tersebut, Rektor turut mengapresiasi peluncuran AFEBI Research Institute sebagai salah satu terobosan penting dalam memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia. Lembaga riset ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi penelitian, pengembangan rekomendasi kebijakan berbasis bukti, sekaligus menjembatani kerja sama antara kalangan akademisi, pemerintah, dan dunia industri.


Kehadiran lembaga tersebut juga ditandai dengan peluncuran buku seri pertama AFEBI Policy Brief yang memuat sembilan topik strategis, di antaranya hilirisasi industri, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), industri halal, hingga manajemen kebencanaan. Selain itu, AFEBI untuk pertama kalinya meluncurkan Indonesia Economic and Business Outlook 2027 sebagai publikasi yang memetakan proyeksi dan optimisme perkembangan ekonomi serta bisnis Indonesia ke depan.
Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) AFEBI, Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa AFEBI perlu memperluas orientasi organisasi. Setelah selama ini berfokus pada penguatan mutu pendidikan fakultas ekonomi dan bisnis, AFEBI kini didorong untuk mengambil peran lebih luas dalam memberikan kontribusi langsung terhadap pengembangan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peluncuran AFEBI Research Institute menjadi salah satu langkah konkret untuk mewujudkan agenda tersebut.
Sementara itu, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi RI, Henra Saragih, S.H., M.H., yang hadir mewakili Menteri Koperasi Dr. Ferry Juliantono, M.Si., menyoroti pentingnya penguatan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan. Koperasi dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah kewirausahaan kolektif, pencipta lapangan kerja, serta penggerak ekonomi daerah, khususnya dalam memperkuat UMKM dan memperluas pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan terhadap penyelenggaraan kongres juga disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat, Ir. Alfi Syahriza, S.T., M.Eng.Sc., yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara. Dalam sambutan yang disampaikan, ia memaparkan potensi ekonomi Sumatera Utara yang didukung sektor pertanian, perkebunan, industri pengolahan, perdagangan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap AFEBI dapat menjadi mitra strategis dalam menghasilkan kajian ekonomi regional, memetakan potensi investasi, memperkuat UMKM, serta merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis data.
Ketua Panitia Pelaksana Kongres XIV AFEBI sekaligus Dekan FEBI UINSU Medan, Prof. Dr. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPN AFEBI atas kepercayaan yang diberikan kepada FEBI UINSU sebagai tuan rumah penyelenggaraan kongres tahun ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UINSU dan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri karena memperoleh kesempatan menjadi pusat pertemuan akademisi ekonomi dan bisnis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa rangkaian kongres tidak hanya diisi dengan sidang organisasi dan forum akademik, tetapi juga diskusi paralel mengenai isu-isu strategis pengembangan pendidikan ekonomi dan bisnis, termasuk adopsi kecerdasan buatan serta penguatan akreditasi internasional. Agenda kegiatan turut dirangkai dengan gala dinner bersama Gubernur Sumatera Utara di Kantor Gubernur Sumatera Utara serta kunjungan peserta ke kawasan Danau Toba untuk mengenal lebih dekat potensi pariwisata dan budaya Sumatera Utara.
Kongres XIV AFEBI diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi strategis bagi pengembangan pendidikan ekonomi dan bisnis, tetapi juga memperkuat jejaring penelitian serta kolaborasi lintas perguruan tinggi. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, UINSU Medan menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak, memperkuat sinergi antara akademisi dan pemangku kepentingan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. (Humas)





