BERASTAGI (UINSU) – Pusat Layanan Internasional (Puslain) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan menyelenggarakan kegiatan International Cultural Interaction pada 5–6 November 2026 di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kegiatan ini diikuti oleh tenaga kependidikan dan mahasiswa internasional UINSU Medan sebagai upaya mempererat hubungan lintas budaya, membangun persahabatan, serta meningkatkan interaksi di lingkungan akademik internasional.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag yang diwakilkan oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag, untuk hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Muzakkir, MA, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan International Cultural Interaction yang dapat menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antarmahasiswa internasional, memperluas wawasan lintas budaya, serta membangun lingkungan akademik UINSU Medan yang semakin terbuka terhadap keberagaman dan kerja sama internasional.

Lebih lanjut, Prof. Muzakkir menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempererat persaudaraan lintas negara dan memperkenalkan kekayaan budaya Sumatera Utara (Sumut) kepada mahasiswa internasional, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memotivasi mereka agar menyelesaikan studi tepat waktu dan lulus sebagai sarjana berkualitas. Prof. Muzakkir berharap dengan hadirnya Mahasiswa Internasional UINSU Medan menjadi bagian dari upaya universitas dalam memperkuat jejaring dan atmosfer akademik bertaraf internasional.

Sementara itu, Kepala Pusat Layanan Internasional UINSU Medan sekaligus Ketua Panitia, Prof. Dr. Ansari, MA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting bagi mahasiswa internasional untuk saling mengenal, membangun persahabatan, serta memahami keberagaman budaya dari berbagai negara dan daerah. Prof. Ansari menegaskan bahwa mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri perlu memiliki kemampuan beradaptasi dan berasimilasi dengan lingkungan sosial serta budaya masyarakat setempat. Pemahaman terhadap tradisi, adat istiadat, bahasa, dan kebiasaan masyarakat merupakan bagian penting dari pengalaman belajar di lingkungan internasional.

Prof. Ansari juga mendorong para mahasiswa internasional agar tidak merasa asing selama berada di Medan. Mereka diharapkan mampu menjadikan Medan sebagai rumah kedua dengan membangun hubungan baik, memperluas pertemanan, serta mempelajari bahasa dan budaya masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Kepala Puslain turut mengingatkan pentingnya membiasakan sikap saling menghargai, mengucapkan terima kasih, dan menjaga keramahan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Prof. Ansari menjelaskan bahwa International Cultural Interaction dirancang tidak hanya sebagai ajang pertemuan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran budaya dan penguatan motivasi akademik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menjalani studi dengan baik dan kembali ke negara masing-masing dengan prestasi akademik serta pemahaman budaya yang lebih luas.

Rangkaian acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sesi Motivation Training yang disampaikan oleh Muhammad Khairil, motivator nasional sekaligus alumni UINSU Medan. Sesi ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada peserta dalam mengembangkan potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan.

Pada hari kedua, 6 November 2026, kegiatan dilanjutkan dengan agenda outbound yang dikemas melalui berbagai permainan edukatif, aktivitas motivasi, dan pengenalan budaya. Kegiatan ini menjadi sarana bagi peserta untuk membangun kekompakan, mempererat persahabatan, meningkatkan kerja sama, serta menciptakan pengalaman kebersamaan yang menyenangkan.

Melalui kegiatan International Cultural Interaction, UINSU Medan berharap tercipta lingkungan akademik yang inklusif, harmonis, dan terbuka terhadap keberagaman. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat hubungan internasional serta membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan budaya, kemampuan beradaptasi, dan semangat persahabatan di tengah masyarakat global. (Humas)

Skip to content