UINSU

Medan(UINSU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan terus menegaskan perannya sebagai pilar utama pengembangan ekonomi syariah dan industri halal di tingkat nasional maupun internasional. Dalam upaya memperkuat sinergi lintas negara, pimpinan UINSU Medan memenuhi undangan resmi Konsulat Jeneral Malaysia di Medan untuk menghadiri forum strategis “Diskusi Halal Malaysia-Indonesia” yang berlangsung di Ruang Rapat Konsulat Jeneral Malaysia, Jalan Pangeran Diponegoro No. 43, Medan, pada Jumat (31/7/2026).

Delegasi UINSU Medan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., didampingi Pakar Ekonomi Islam dan Guru Besar UINSU, Prof. Dr. Andri Soemitra, MA, serta Tim Humas dan Kerjasama UINSU. Pertemuan tingkat tinggi ini turut dihadiri Konsul Jeneral Malaysia di Medan Tuan Shahril Nizam bin Abdul Malek, Anggota EXCO Perdagangan, Pembangunan Keusahawanan & Kerjasama Pulau Pinang YB Dato’ Haji Rashidi bin Zinol, Mufti Pulau Pinang Prof. Madya Dato’ Dr. Haji Mohd Sukki bin Othman, Kepala Balai BPJPH Sumatera Utara Bapak Makmur Nasution, perwakilan Pemerintah Kota Medan, serta jajaran pejabat terkait dari kedua negara.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor IV UINSU Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., menyampaikan bahwa UINSU Medan memiliki ikatan historis dan akademis yang sangat kuat dengan Malaysia. Banyak mahasiswa asal Malaysia yang menempuh studi di berbagai fakultas unggulan UINSU, seperti Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Usuluddin dan Studi Islam, serta Fakultas Syariah dan Hukum. Di luar bidang pendidikan, UINSU berkontribusi aktif dalam penguatan ekosistem halal melalui Halal Center UINSU yang berfokus pada riset, pengujian laboratorium, pendampingan sertifikasi, hingga edukasi masyarakat berbasis nilai-nilai Al-Qur’an. Prof. Muzakkir menekankan pentingnya menjaga kehalalan dan kebaikan porsi pangan (halalan thoyyiban) sebagaimana diamanatkan dalam Al-Qur’an Surat Abasa ayat 24 dan Al-Baqarah ayat 168.

Senada dengan hal tersebut, Pakar Halal dan Ekonomi Syariah UINSU yang juga pengurus Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumut, Prof. Dr. Andri Soemitra, MA, memaparkan lanskap potensi ekonomi syariah Sumatera Utara yang dihuni sekitar 16 juta jiwa dengan 66 persen populasi Muslim. Sumatera Utara pada tahun 2026 berhasil mengukir prestasi nasional dengan meraih Anugerah ADINATA Syariah untuk kategori Nilai Ekspor Produk Halal. UINSU Medan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengimplementasikan Rencana Aksi Daerah (RAD) Halal 2026–2030 yang mencakup empat pilar utama: pengembangan Zona Kuliner Halal Aman dan Sehat (Zona KHAS) di pusat UMKM dan warung kopi khas Medan, penguatan pariwisata ramah Muslim (Muslim-friendly tourism) di destinasi unggulan seperti Danau Toba dan Bukit Lawang, peningkatan ekspor produk UMKM halal, serta program Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) berbasis pesantren kerja sama dengan Bank Sumut dan Bank Indonesia.

Forum diskusi ini juga membahas kesiapan kawasan dalam menyongsong penegakan kewajiban sertifikasi halal mandatori atau Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 bagi seluruh sektor kuliner dan makanan-minuman di Indonesia. Konsul Jeneral Malaysia di Medan, Tuan Shahril Nizam bin Abdul Malek, memberikan apresiasi tinggi atas peran akademis dan kontribusi pemikiran UINSU Medan. Pihaknya menilai bahwa kedekatan geografis Medan dan Pulau Pinang yang ditopang lebih dari 150 penerbangan langsung per minggu serta potensi gabungan pasar Muslim Indonesia dan Malaysia yang mencapai lebih dari 250 juta jiwa harus dioptimalkan secara terpadu. Pihak Malaysia juga mengusulkan pembentukan Malaysia-Indonesia Halal Council sebagai wadah harmonisasi regulasi, penetapan standar, dan mekanisme rantai pasok halal antar kedua negara.

Sementara itu, perwakilan Kerajaan Negeri Pulau Pinang melalui YB Dato’ Haji Rashidi bin Zinol dan Mufti Pulau Pinang Prof. Madya Dato’ Dr. Haji Mohd Sukki bin Othman menyambut baik sinergi akademis dan regulatif ini. Pihaknya mendorong percepatan implementasi mutual recognition (saling pengakuan) sertifikasi halal antara JAKIM Malaysia dan BPJPH Indonesia agar pelaku usaha dari kedua belah pihak tidak lagi dihadapkan pada kewajiban pelabelan ulang (repackaging) yang memberatkan secara operasional.

Melalui partisipasi aktif dalam forum internasional ini, UINSU Medan membuktikan komitmennya sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) unggulan yang tidak hanya fokus pada pendidikan akademis, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam penguatan riset, pendampingan UMKM, serta perumusan kebijakan industri halal di tingkat lokal, nasional, hingga ASEAN. (Humas)

Skip to content