UINSU

Medan (UINSU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat persatuan umat dan kolaborasi antarlembaga Islam. Komitmen ini nyata disuarakan pada acara Silaturrahim Ormas Islam Sumatera Utara dalam rangka peringatan Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar di Aula MUI Provinsi Sumatera Utara, Medan, pada Sabtu (01/08/2026).

Pada agenda strategis tersebut, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan UINSU Medan, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., hadir mewakili Rektor UINSU, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., yang pada kesempatan ini juga bertindak sebagai perwakilan dari organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Kehadiran perwakilan pimpinan UINSU menjadi momen penting untuk memberikan sumbangsih pemikiran bagi umat. Dalam forum tersebut, Prof. Muzakkir memaparkan materi bernas yang disusun bersama Rektor UINSU bertajuk “Urgensi Kolaborasi dan Sinergitas Ormas Islam Terhadap Harakah Islam Menurut Nahdlatul Ulama”.

Prof. Muzakkir menyampaikan bahwa keberadaan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Indonesia, seperti NU, Muhammadiyah, Al Washliyah, dan lainnya, merupakan kekayaan sosial dan sunnatullah yang harus dikelola menjadi kekuatan bersama. Perbedaan antarorganisasi sejatinya dipandang sebagai bentuk keragaman dalam berijtihad (tanawwu’ fi al-ijtihad), bukan sebagai alasan untuk saling menafikan atau berpecah belah.

“Di tengah pusaran globalisasi, revolusi digital, dan tantangan ideologi yang multidimensional, gerakan Islam tidak lagi dapat berjalan secara parsial dan eksklusif,” tegas Prof. Muzakkir dalam paparannya.

Oleh karena itu, kolaborasi dan sinergitas menjadi kebutuhan strategis yang tidak bisa dihindari untuk memperkuat kapasitas dakwah dan memberikan solusi komprehensif bagi persoalan masyarakat.

Mewakili Rektor UINSU dan NU, Prof. Muzakkir menggarisbawahi bahwa kolaborasi antarlembaga harus dibangun di atas empat prinsip dasar Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), yaitu tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil). Keempat prinsip ini berfungsi sebagai landasan etik dan filosofis lintas organisasi.

Selain itu, umat Islam diharapkan terus merawat tiga pilar persaudaraan utama, yakni ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan kemanusiaan). Ketiga konsep ini dinilai mampu memperkuat hubungan antarsesama sekaligus menjaga stabilitas di tengah masyarakat majemuk. Harakah Islam pada masa kini juga dituntut untuk bertransformasi mengatasi isu-isu ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat luas.

Gagasan yang dibawa oleh pimpinan UINSU ini sangat sejalan dengan tema besar Milad ke-51 MUI Sumut, yakni merajut dan mengokohkan silaturahmi antarormas Islam menyongsong kebangkitan Islam abad ke 15 demi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat.

Melalui partisipasi aktif ini, UINSU berharap semangat ukhuwah dapat terus diperkuat sehingga mampu melahirkan generasi dan gerakan keumatan yang memberikan kontribusi besar bagi peradaban, bangsa, dan negara. (Humas)

Skip to content