UINSU

Medan (UINSU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan menerima bantuan beasiswa senilai Rp250 juta dari Bank Syariah Nasional (BSN) bagi mahasiswa yang terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera. Penyerahan bantuan dilakukan dalam acara seremonial di Medan pada 31 Desember 2025 sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BSN. Bantuan ini diberikan kepada 250 mahasiswa UINSU yang menjadi korban bencana, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan mereka.

Dari pihak UINSU hadir Rektor Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag. serta Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) Dr. Ibnu Sa’dan, M.Pd. Sementara itu, dari pihak Bank Syariah Nasional hadir Direktur BSN Alex Sofjan Noor bersama beberapa pejabat tinggi lainnya.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Nurhayati menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BSN atas kepedulian dan perhatian terhadap mahasiswa UINSU yang menjadi korban banjir di Aceh Tamiang dan sejumlah daerah lain di Sumatera. Ia menjelaskan bahwa total penerima bantuan beasiswa mencapai 250 mahasiswa, sebagian besar dari keluarga terdampak berat yang mengalami kerusakan rumah dan kehilangan mata pencaharian. “Kami sangat bersyukur atas dukungan BSN. Bantuan ini bukan sekadar dana, tetapi bentuk nyata empati dan solidaritas terhadap dunia pendidikan,” ujar Rektor UINSU.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur BSN Alex Sofjan Noor menyampaikan bahwa program bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip Islamic Social Governance yang menyeimbangkan keuntungan dengan kebermanfaatan sosial. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga keuangan syariah dan institusi pendidikan untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mahasiswa sekaligus memotivasi mereka untuk terus berprestasi di tengah ujian,” ungkap Alex.

Bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang dan beberapa wilayah Sumatera pada akhir tahun 2025 menyebabkan kerusakan parah pada rumah, fasilitas umum, dan kampus tempat mahasiswa UINSU berdomisili. Banyak dari mereka kehilangan tempat tinggal serta kesulitan melanjutkan studi akibat keterbatasan ekonomi pascabencana. Dalam pidatonya, Prof. Nurhayati juga menyoroti kondisi para mahasiswa tersebut dan berharap agar sinergi antara BSN dan UINSU terus berlanjut untuk membantu mereka memulihkan kehidupan dan pendidikan.

Selain penyaluran beasiswa, acara tersebut juga menjadi momentum penguatan kerja sama antara BSN dan UINSU di bidang pengembangan ekonomi syariah, peningkatan literasi keuangan, dan pembinaan mahasiswa melalui kegiatan sosial serta pelatihan kewirausahaan. Prof. Dr. Muzakkir menambahkan bahwa UINSU membuka peluang kolaborasi lanjutan dengan BSN dalam bentuk program CSR maupun riset bersama yang berfokus pada pembangunan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam.

Penyerahan bantuan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan doa bersama dan komitmen kedua belah pihak untuk terus bersinergi membangun pendidikan tinggi Islam yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing di tengah tantangan sosial dan lingkungan yang terus berkembang. (Humas)

Skip to content