Medan (UINSU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan menghadiri kegiatan Wacana Bahasa dan Budaya serta penayangan eksklusif film Puteri Gunung Ledang yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Malaysia di Medan, Kamis (21/5/2026), di Grand Ballroom Lt. 2 JW Marriott Hotel Medan.
Dalam kegiatan tersebut, Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., diwakili oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., yang juga menerima undangan langsung dari Konsulat Jenderal Malaysia di Medan untuk menghadiri kegiatan tersebut. Acara turut dihadiri unsur Forkopimda, kalangan akademisi, konsul jenderal negara sahabat, budayawan, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya sebagai bagian dari penguatan silaturahmi dan hubungan budaya antarbangsa serumpun.
Kegiatan yang digagas Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Tuan Shahril Nizam Abdul Malek, tersebut menjadi ruang diplomasi budaya yang menekankan pentingnya bahasa dan kebudayaan sebagai media memperkuat hubungan persaudaraan Indonesia–Malaysia. Melalui forum itu, para peserta diajak merefleksikan kembali nilai-nilai peradaban Melayu yang sarat pesan moral, pendidikan, nasihat, dan spiritualitas.



Dalam sambutannya, Konjen Malaysia menyampaikan bahwa bahasa dan budaya memiliki peranan penting dalam membangun peradaban yang berakar pada nilai kemanusiaan. Menurutnya, budaya bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga sarana menyampaikan pesan, pendidikan, moralitas, hingga nilai-nilai spiritual kepada generasi masa kini dan masa depan. Ia menegaskan bahwa perkembangan zaman dan teknologi tidak boleh menghilangkan jati diri serta akar budaya masyarakat Melayu Nusantara.
Penayangan film Puteri Gunung Ledang dipilih sebagai medium refleksi budaya karena film tersebut dikenal sebagai karya epik Melayu yang mengangkat sejarah, adat, nilai kepahlawanan, serta romantisme peradaban Kesultanan Melayu. Film tersebut juga dinilai merepresentasikan kedekatan sejarah dan budaya antara Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun.
Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., melalui Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, forum kebudayaan seperti ini sangat penting sebagai media membangun sekaligus melestarikan nilai-nilai kemanusiaan melalui budaya yang terus berkembang sesuai dengan tantangan zaman.
“Budaya harus menjadi ruang untuk melanjutkan nilai-nilai moralitas, pendidikan, dan spiritualitas kesejarahan yang diwariskan para pendahulu. Kegiatan seperti ini juga memperkuat semangat kolaborasi antara UINSU dengan para konsul jenderal negara sahabat dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan peradaban,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Muzakkir menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan silaturahmi antara institusi pendidikan, pemerintah, komunitas budaya, dan perwakilan negara sahabat di Kota Medan. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam forum tersebut menunjukkan bahwa bahasa dan budaya tetap menjadi perekat penting dalam membangun harmoni dan peradaban yang berkarakter di tengah dinamika global. (Humas)



