UINSU

Medan (UINSU)
Senin, 2 Februari 2026 — Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali melaksanakan apel pagi rutin pada Senin (2/2) yang digelar serentak di dua lokasi, yakni Kampus II Pancing dan Kampus IV Tuntungan. Apel pagi ini menjadi momentum penguatan disiplin, etos pelayanan, serta nilai-nilai spiritual dalam menjalankan tugas akademik dan administratif. Bertindak sebagai pembina apel di Kampus II Pancing adalah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Katimin, M.Ag., sedangkan di Kampus IV Tuntungan apel dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag.

Dalam amanatnya di Kampus II Pancing, Prof. Katimin mengawali dengan ajakan untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas kesehatan dan kesempatan yang masih diberikan sehingga seluruh sivitas akademika dapat hadir dan mengikuti apel pagi. Ia menegaskan bahwa apel pagi merupakan salah satu bentuk nyata penerapan disiplin kerja. Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan rekan-rekan yang sedang sakit agar diberikan kesembuhan, serta memohon agar seluruh civitas UINSU senantiasa diberi kesehatan sehingga dapat berkontribusi maksimal bagi kemajuan institusi.

Lebih lanjut, Prof. Katimin menyoroti capaian dan prestasi UINSU yang terus menunjukkan hasil membanggakan di bawah kepemimpinan Rektor. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa prestasi tersebut harus diimbangi dengan kualitas layanan akademik dan non-akademik yang unggul. Berdasarkan pengalamannya menerima berbagai masukan dari mahasiswa dan masyarakat, ia menekankan pentingnya mempersempit kesenjangan antara keunggulan institusi dengan pelayanan yang dirasakan langsung oleh pengguna layanan. “Keunggulan akademik harus sejalan dengan keunggulan pelayanan. Inilah yang harus terus kita benahi bersama,” pesannya.

Dalam konteks pendidikan, Prof. Katimin menekankan peran strategis dosen sebagai kunci utama kemajuan perguruan tinggi. Ia mengulas konsep deep learning sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan pendalaman makna, pemuliaan terhadap mahasiswa, serta pelayanan yang maksimal dan tulus. Menurutnya, kehadiran mahasiswa adalah amanah dan keberkahan yang harus dilayani dengan sepenuh hati. Pelayanan dari hati, kata beliau, bukan hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari amal kebajikan bagi seluruh civitas akademika.

Sementara itu, di Kampus IV Tuntungan, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag. dalam amanatnya menekankan pentingnya spiritualitas kerja sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas di lingkungan UINSU. Ia mengajak seluruh pegawai dan dosen untuk bekerja dengan prinsip “Bismillah” dan “Lillah”, yakni bekerja atas nama Allah dan semata-mata karena Allah. Mengutip Surah An-Najm ayat 39–41, Prof. Muzakkir mengingatkan bahwa setiap usaha akan mendapatkan balasan yang setimpal, sehingga pekerjaan harus dimaknai sebagai ladang ibadah yang dijalani dengan kejujuran, integritas, dan tanggung jawab moral.

Prof. Muzakkir juga menyampaikan bahwa meningkatnya kehadiran apel pagi menjadi indikator positif tumbuhnya kesadaran sivitas akademika UINSU dalam memaknai apel sebagai kebutuhan spiritual dan mental untuk memulai pekerjaan. Ia menegaskan bahwa apel pagi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan sarana menata niat, membersihkan hati, dan memperkuat komitmen bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Apel pagi serentak di dua kampus tersebut ditutup dengan doa bersama dan diakhiri dengan sesi foto bersama. Kegiatan ini mencerminkan kesatuan visi UINSU Medan dalam membangun budaya kerja yang disiplin, berorientasi pelayanan, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual Islam sebagai ruh utama pengabdian institusi. (Humas)

Skip to content