UINSU

Medan (UINSU)
Guna meningkatkan kompetensi kebahasaan sekaligus kesiapan mahasiswanya, Pusat Pengembangan Bahasa (PUSPESA) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menyelenggarakan Program Pelatihan TOEFL Bagi Mahasiswa Pusat Bahasa UINSU dan Pelatihan Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa Pusat Bahasa UINSU. Program yang melibatkan perwakilan mahasiswa dari delapan fakultas ini menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi.

Berlangsung selama lebih dari satu bulan sejak 21 April hingga 28 Mei 2026, program ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah pembinaan, tetapi juga sebagai fasilitas bagi mahasiswa untuk melakukan uji kemampuan bahasa dengan output sertifikat resmi. Para peserta mendapatkan fasilitas lengkap berupa bahan ajar yang komprehensif serta bimbingan langsung dari narasumber ahli di bidangnya.

Bagi mahasiswa tingkat akhir, kepemilikan sertifikat dari program ini sangat krusial karena akan mempermudah penyelesaian syarat administrasi kelulusan menjelang sidang meja hijau (munaqasyah).

Kepala PUSPESA UINSU, Prof. Dr. Watni Marpaung, M.A., menegaskan bahwa lembaganya akan terus berinovasi dan mengembangkan program-program kebahasaan serupa. Menurutnya, ada dua fokus utama yang saat ini menjadi landasan gerak PUSPESA UINSU.

“Fokus pertama kami adalah pembinaan dan pelatihan bahasa yang mencakup seluruh civitas akademika UINSU hingga kalangan non-civitas, termasuk masyarakat luas. Kedua, kami fokus pada pelayanan tes yang terus berjalan, baik TOEFL maupun TOAFL, serta layanan penerjemahan naskah dan dokumen,” ujar Prof. Watni.

Prof. Watni menambahkan bahwa pelayanan terbaik bagi mahasiswa UINSU akan selalu menjadi prioritas utama. Hal ini bertujuan agar target menciptakan lulusan yang siap pakai di dunia kerja dan masyarakat dapat tercapai. “Program-program pembinaan ini akan berjalan secara berkesinambungan. Ini merupakan implementasi langsung dari visi besar Rektor UINSU, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menuju kampus yang unggul dan bereputasi,” tegasnya.

Apresiasi tinggi terhadap program ini turut datang dari pihak eksternal. Pada sesi evaluasi dan penutupan, Ketua Program Studi Bahasa Indonesia Universitas Al Washliyah (UNIVA), Sukma Adelina Ray, M.Pd., yang juga hadir sebagai narasumber, menyebutkan bahwa PUSPESA UINSU telah memberikan terobosan pelayanan akademik yang luar biasa.

“Program yang disiapkan oleh PUSPESA UINSU ini adalah bentuk pelayanan prima yang patut dicontoh. Tidak semua kampus memiliki fasilitas pusat bahasa, dan sekalipun ada, jarang yang memberikan program pembinaan mendalam seperti ini. Mayoritas perguruan tinggi biasanya hanya sebatas menyediakan layanan tes ujian saja,” puji Sukma Adelina.

Sebagai informasi, penguasaan bahasa asing (seperti kemampuan yang diukur dalam TOEFL) kini telah menjadi standar mutlak dalam rekrutmen di berbagai instansi pemerintah maupun perusahaan swasta, serta menjadi syarat utama bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana. Melalui program pembinaan dari PUSPESA ini, mahasiswa UINSU diproyeksikan tidak hanya sekadar lulus secara administratif, tetapi benar-benar memiliki kecakapan bahasa lintas budaya yang diakui. (Humas)

Skip to content