Medan (UINSU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menorehkan apresiasi membanggakan di tingkat nasional. UINSU Medan menerima Piagam Penghargaan Mitra Kerja dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (Kemenimipas RI) atas kontribusi aktif dalam pelaksanaan pembinaan kerohanian di berbagai lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di wilayah Sumatera Utara.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 yang berlangsung pada 27 April 2026. Piagam penghargaan bernomor WP.2-SA.05.03-4227 itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi UINSU Medan dalam mendukung program pembinaan keagamaan bagi warga binaan pemasyarakatan, khususnya di Rutan Kelas II B Tanjung Pura serta sejumlah lapas dan rutan lainnya di Sumatera Utara.

Selama ini, kerja sama antara UINSU Medan dan jajaran Kemenimipas RI di Sumatera Utara telah melahirkan berbagai program pembinaan yang menyentuh langsung kehidupan spiritual warga binaan. Di antaranya melalui program Cahaya Ramadhan di balik Jeruji, Safari Ramadhan, pembinaan keagamaan rutin, penguatan literasi Al-Qur’an, kajian keislaman, hingga kegiatan NGAJI (Ngabdi di balik Jeruji) dan pengabdian masyarakat yang melibatkan dosen, mahasiswa, serta civitas akademika UINSU Medan.
Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi sekaligus tindak lanjut kerja sama kelembagaan yang telah terjalin erat antara UINSU Medan dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI. Tidak hanya menghadirkan pembinaan spiritual, kerja sama itu juga mencakup bidang pendidikan, kesehatan, penyuluhan hukum, serta penguatan karakter warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat dengan semangat perbaikan diri.
Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada UINSU Medan tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan, pendidikan, dan pembinaan spiritual di tengah masyarakat, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan.
“Penghargaan ini tentu menjadi amanah sekaligus motivasi bagi UINSU Medan untuk terus hadir memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI beserta seluruh jajaran lapas dan rutan di Sumatera Utara. Semoga sinergi ini terus berlanjut dan semakin memberikan manfaat luas bagi pembinaan karakter dan spiritual warga binaan,” ujar Prof. Nurhayati.
Rektor juga menegaskan bahwa UINSU Medan akan terus memperkuat program-program pengabdian masyarakat berbasis pembinaan keagamaan dan kemanusiaan sebagai bagian dari komitmen kampus dalam membangun peradaban yang inklusif dan penuh nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin.
Di balik suksesnya berbagai program pembinaan tersebut, nama Dr. Adi Sucipto, M.Ag., turut menjadi sosok penting yang memiliki andil besar dalam menjembatani kolaborasi antara UINSU Medan dengan pihak Kemenimipas RI dan berbagai lapas maupun rutan di Sumatera Utara. Selama ini, Dr. Adi Sucipto aktif menjadi narahubung sekaligus person in charge (PIC) berbagai kegiatan pembinaan kerohanian, Safari Ramadhan, hingga penguatan kerja sama kelembagaan yang berjalan secara berkesinambungan.
Berkat koordinasi, komunikasi, dan dedikasi yang kuat, berbagai program pembinaan dapat terlaksana dengan baik dan mendapat sambutan positif dari pihak lapas, rutan, maupun warga binaan. Kehadiran UINSU Medan di lingkungan pemasyarakatan pun dinilai membawa semangat baru dalam membangun optimisme, kesadaran spiritual, dan pembinaan mental warga binaan.
Penghargaan ini sekaligus menjadi simbol kuatnya sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan institusi pemasyarakatan dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, edukatif, dan berkelanjutan demi terwujudnya pemasyarakatan yang semakin bermanfaat bagi masyarakat luas. (Humas)


