Medan (UINSU)
Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan secara resmi menyambut kedatangan visiting researcher asal Jerman pada Kamis (11/06). Pertemuan ini digelar sebagai langkah strategis untuk memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus membuka ruang diskusi ilmiah terkait isu global, khususnya dinamika migrasi dan mobilitas masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
Berlangsung dalam suasana akademik yang hangat, agenda penyambutan ini diisi dengan diskusi ringan (minor talk) yang membedah perkembangan riset terkini, tren migrasi, serta pola pergerakan manusia antarnegara. Dialog ini merupakan wujud nyata komitmen Pascasarjana UINSU dalam memperluas kolaborasi riset lintas negara dan memfasilitasi pertukaran pengetahuan antara akademisi Tanah Air dengan dunia internasional.
Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana UINSU Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, M.Psi. menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan peneliti mancanegara tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran akademisi internasional menjadi momentum penting bagi pengembangan budaya akademik yang unggul di lingkungan kampus.
“Pascasarjana UINSU terus berkomitmen membangun ekosistem akademik yang inklusif dan terbuka terhadap kolaborasi global. Diskusi semacam ini menjadi ruang yang sangat strategis untuk berbagi perspektif dan memperkaya kajian keilmuan kita, terutama dalam merespons isu-isu sosial yang bersinggungan langsung dengan masyarakat Asia Tenggara,” tegasnya.
Sepanjang diskusi, kedua belah pihak menyinggung berbagai dimensi esensial terkait fenomena perpindahan penduduk. Aspek yang dibahas mencakup faktor pendorong ekonomi, pergeseran sosial-budaya, hingga tantangan struktural yang muncul akibat masifnya pergerakan lintas batas wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, visiting researcher asal Jerman turut membagikan temuan dan pengalaman risetnya mengenai fenomena migrasi global. Ia menggarisbawahi pentingnya menggunakan pendekatan multidisipliner dalam mengkaji dan memahami pola mobilitas manusia di era modern.
Pertukaran gagasan ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang diskusi, melainkan mampu membuka peluang kerja sama yang konkret dalam bentuk penelitian bersama maupun publikasi ilmiah antara Pascasarjana UINSU dengan institusi akademik di tingkat global.
Lebih jauh, langkah ini semakin mengukuhkan posisi UINSU sebagai perguruan tinggi Islam yang proaktif dalam mendukung agenda internasionalisasi pendidikan, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan kapasitas dosen, mahasiswa, dan iklim akademik secara luas. (Humas)
