Singapura (UINSU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali mengukir tinta emas dalam peta diplomasi pendidikan tinggi Islam global. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UINSU Medan, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag, hadir memenuhi undangan kehormatan sebagai narasumber utama (keynote speaker) dalam ajang internasional bergengsi Jamiyah Lecture Series yang dilanjutkan dengan Forum Tasawuf 2026 di Auditorium, Masjid Sultan, Singapura, 24-25 Juli 2026.
Mengusung tema mendalam “Nilai-nilai Tasawuf dalam Kehidupan”, rangkaian kegiatan ilmiah ini diselenggarakan oleh Jamiyah Singapore adalah organisasi Islam tertua dan paling berpengaruh di negeri “Singa Putih” yang berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Presiden Jamiyah Singapore, Prof Datuk Dr Mohd Hasbi Bin Abu Bakar beserta jajaran pengurus pusat, tokoh-tokoh ulama regional, para cendekiawan akademis, serta ratusan warga Muslim Singapura.
Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag dalam sambutannnya menyampaikan apresiasi dan penghormatan mendalam atas komitmen dan konsisten UINSU Medan dalam merawat hubungan bilateral serumpun. Kehadiran delegasi pimpinan UINSU Medan dipandang sebagai bukti hidup dari kuatnya tali persaudaraan intelektual dan spiritual di kawasan Asia Tenggara. Kerja sama yang terjalin erat ini dinilai telah sukses menjelma menjadi ruang pencerahan umat yang berkelanjutan, mempertemukan tradisi keilmuan pesantren dan perguruan tinggi Islam Indonesia dengan dinamika masyarakat Muslim perkotaan di Singapura.



Dalam paparannya yang membedah tema utama “Nilai-nilai Tasawuf dalam Kehidupan”, Prof. Muzakkir menguraikan secara komprehensif bagaimana khazanah spiritualitas Islam klasik mampu menjawab kompleksitas krisis moral, alienasi digital, dan kehampaan spiritual manusia modern saat ini.
Di hadapan ratusan warga Muslim Singapura dan audiens multikultural, ia menegaskan bahwa tasawuf bukanlah laku keagamaan yang eksklusif, pasif, atau menarik diri dari realitas sosial. Sebaliknya, tasawuf modern mengajarkan kejernihan hati (tazkiyatun nafs), integritas moral yang kokoh, kasih sayang universal (rahmah), serta moderasi beragama (wasathiyyah Islam) yang sangat dinamis. Nilai-nilai luhur inilah yang menjadi fondasi paling esensial dalam merawat kedamaian, menangkal arus ekstremisme, serta merekatkan keharmonisan di tengah masyarakat global yang majemuk.
“Tasawuf hari ini tidak boleh terjebak dalam ruang-ruang sunyi pertapaan semata. Ia harus hadir sebagai solusi transformatif bagi kemanusiaan global. Tasawuf menuntun manusia modern agar tidak kehilangan arah kompas moral, mengajarkan ketenangan batin di tengah hiruk-pikuk materialisme, serta memperkuat ukhuwah—baik ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah basyariyah di tingkat regional Asia Tenggara,” ungkap Prof. Muzakkir.
Hadirnya prof. Muzakkir dalam forum tinggi di Singapura dinilai sebagai momentum strategis yang semakin menegaskan kuatnya rekognisi global terhadap UINSU Medan di kancah internasional.UINSU Medan terus meningkatkan akselerasi transformasi institusional menuju perguruan tinggi unggul berstandar internasional (world class university). Pengakuan, kepercayaan, dan undangan berulang dari institusi terkemuka sekelas Jamiyah Singapore membuktikan secara empiris bahwa riset, kepakaran, dan gagasan sivitas akademika UINSU Medan telah berhasil menembus batas-batas teritorial negara serta dihitung sebagai rujukan penting dalam peta peradaban Islam global.
Melalui langkah-langkah strategis dan progresif ini, UINSU Medan semakin mantap mengukuhkan posisinya sebagai mercusuar keilmuan Islam yang tidak hanya mencerahkan peradaban di nusantara, tetapi juga aktif merajut harmoni, perdamaian, dan persaudaraan universal di panggung internasional. (Humas)







