Medan (UINSU)
Langkah internasionalisasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan kembali menunjukkan perkembangan positif. Dua mahasiswa asing asal Republik Komoro, Muhammad Abdallah dan Yusuf Imanuddin, resmi bergabung sebagai mahasiswa UIN Sumatera Utara Medan dan akan menempuh pendidikan di dua fakultas berbeda.
Muhammad Abdallah tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) pada Program Studi Ilmu Komputer. Sementara itu, Yusuf Imanuddin diterima di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) pada Program Studi Ekonomi Islam. Kehadiran keduanya memperluas keberagaman mahasiswa internasional di lingkungan UIN Sumatera Utara Medan sekaligus memperkuat jejaring pendidikan tinggi kampus hingga ke kawasan Samudra Hindia dan Afrika.
Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyambut positif kehadiran mahasiswa internasional tersebut dan menilai kedatangan mereka sebagai bagian dari langkah strategis UIN Sumatera Utara Medan dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan. Menurutnya, keberadaan mahasiswa dari Komoro tidak hanya memperluas jejaring akademik kampus hingga tingkat global, tetapi juga menjadi kesempatan bagi sivitas akademika untuk membangun interaksi lintas budaya, memperkaya pengalaman pembelajaran, serta semakin mengenalkan UIN Sumatera Utara Medan sebagai perguruan tinggi Islam yang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara.
Kedua mahasiswa tersebut tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 11.30 WIB setelah menempuh perjalanan udara lebih dari 14 jam. Kedatangan mereka disambut Kepala Pusat Layanan Internasional (Kapuslain) UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. H. Ansari Yamamah, M.A., sebelum kemudian menempati Wisma Syariah UIN Sumatera Utara Medan di Kampus I, Jalan Sutomo, Medan.



Muhammad dan Yusuf mengungkapkan bahwa keputusan memilih UIN Sumatera Utara Medan sebagai tempat melanjutkan pendidikan didasarkan pada informasi yang mereka peroleh mengenai kampus serta kesan positif terhadap masyarakat Indonesia. Keduanya juga menyampaikan apresiasi atas sambutan dan pelayanan yang mereka terima sejak tiba di Medan.
Kepala Pusat Layanan Internasional UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. H. Ansari Yamamah, M.A., mengatakan kedua mahasiswa tersebut akan menjalani masa adaptasi selama kurang lebih satu bulan sebelum mengikuti perkuliahan secara penuh. Proses adaptasi meliputi pengenalan budaya akademik, lingkungan sosial, serta pembelajaran bahasa Indonesia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua mahasiswa tersebut juga mendapatkan beasiswa penuh selama masa studi. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman akademik bagi mahasiswa asal Komoro, tetapi juga membuka ruang pertukaran budaya dan wawasan internasional bagi sivitas akademika UIN Sumatera Utara Medan. Ke depan, mereka diharapkan dapat menjadi bagian dari jejaring alumni internasional yang turut memperkenalkan UIN Sumatera Utara Medan di negara asalnya.
Di tingkat fakultas, proses penyambutan dan pendampingan mulai dilakukan untuk memastikan mahasiswa asing dapat beradaptasi dengan lingkungan akademik. Pada Senin (5/10/2026), Yusuf Imanuddin diterima di FEBI UIN Sumatera Utara Medan oleh Wakil Dekan I Dr. Isnaini Harahap, M.Ag., Wakil Dekan II Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A., Kepala Bagian Tata Usaha Dr. Bambang Lesmono, M.E., Ketua Program Studi Ekonomi Islam Dr. Imsar, M.Si., serta Sekretaris Program Studi Ekonomi Islam Dr. Muhammad Ikhsan Harahap, M.E.I.


FEBI UIN Sumatera Utara Medan menyiapkan pendampingan yang mencakup penguatan kemampuan bahasa, pengenalan lingkungan akademik, serta pemahaman terhadap budaya dan kehidupan sosial di Indonesia. Pendampingan tersebut diharapkan membantu Yusuf berkomunikasi dalam aktivitas sehari-hari, mengikuti proses pembelajaran, serta membangun interaksi dengan dosen dan mahasiswa lainnya.
Sementara itu, Muhammad Abdallah akan menjalani proses pendidikan di Fakultas Sains dan Teknologi melalui Program Studi Ilmu Komputer. Kehadirannya menjadi bagian dari semakin terbukanya bidang-bidang keilmuan di UIN Sumatera Utara Medan bagi mahasiswa internasional. FST sendiri memiliki sejumlah program studi di bidang sains dan teknologi, termasuk Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Matematika, Biologi, Fisika, Sains Data, serta Program Magister Matematika.
Kehadiran dua mahasiswa asal Komoro tersebut menandai semakin luasnya jangkauan internasionalisasi UIN Sumatera Utara Medan. Jika sebelumnya jejaring mahasiswa internasional banyak berkembang di kawasan Asia Tenggara, kedatangan mahasiswa dari Komoro menunjukkan terbukanya akses UIN Sumatera Utara Medan hingga kawasan Samudra Hindia dan Afrika. Prof. Ansari Yamamah berharap ke depan semakin banyak mahasiswa dari berbagai negara yang memilih UIN Sumatera Utara Medan sebagai tempat menempuh pendidikan.
Bagi UIN Sumatera Utara Medan, kehadiran Muhammad Abdallah dan Yusuf Imanuddin bukan sekadar penambahan mahasiswa asing, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem akademik yang terbuka, inklusif, dan berorientasi global. Interaksi mereka dengan sivitas akademika diharapkan menjadi ruang pertukaran ilmu, pengalaman, dan budaya yang memperkaya kehidupan akademik kampus.
Dengan hadirnya dua mahasiswa asal Komoro di Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sumatera Utara Medan terus memperkuat langkah menuju perguruan tinggi Islam yang memiliki jejaring internasional lebih luas dan mampu menjadi ruang pendidikan bagi mahasiswa dari berbagai belahan dunia. (Humas)



