Medan (UINSU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan melaksanakan apel pagi di Kampus II dan Kampus IV pada Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, kedisiplinan, serta komitmen sivitas akademika dalam mendukung lingkungan akademik yang sehat, aman, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Apel pagi di Kampus II dipimpin oleh Wakil Rektor IV UINSU, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., selaku pembina apel. Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor UIN Sumatera Utara, para dekan wakil dekan, dan para kepala bagian, serta sivitas akademika di lingkungan Kampus II.
Sementara itu, apel pagi di Kampus IV dipimpin oleh Wakil Dekan II Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Dr. Asnil Aida Ritonga, M.A., selaku pembina apel. Kegiatan tersebut turut dihadiri dekan, wakil dekan, serta sivitas akademika di lingkungan Kampus IV.


Dalam amanatnya di Kampus II, Prof. Muzakkir menyampaikan rasa syukur kepada Allah Swt. atas kesehatan, kesempatan, dan kekuatan yang diberikan sehingga seluruh sivitas akademika dapat kembali menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari institusi pendidikan tinggi.
Ia juga mengungkapkan kerinduannya untuk bersilaturahmi dengan sivitas akademika Kampus II. Menurutnya, apel pagi bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sarana mempererat hubungan kekeluargaan, membangun kebersamaan, dan memperkuat komitmen bersama dalam memajukan UINSU.
Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai pendekatan pendidikan yang menekankan pembentukan karakter, penguatan nilai spiritual, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Prof. Muzakkir menjelaskan bahwa nilai-nilai cinta perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kecintaan kepada Allah Swt. diwujudkan melalui ketaatan, sedangkan kecintaan kepada Rasulullah saw. tercermin dalam keteladanan akhlak dan pengamalan ajarannya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya mencintai dan menghargai diri sendiri, membangun kasih sayang kepada sesama manusia, menjaga lingkungan, serta mencintai bangsa dan negara. Keenam nilai tersebut menjadi fondasi untuk membangun kehidupan akademik yang lebih humanis, religius, dan bertanggung jawab.


Ia mengingatkan bahwa mencintai diri sendiri berarti menjaga martabat, kesehatan, dan keselamatan, sekaligus menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri. Sikap tersebut perlu diiringi dengan penghormatan terhadap orang lain dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Dalam konteks kehidupan kampus, Prof. Muzakkir mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan UINSU sebagai rumah besar yang nyaman bagi semua. Hal itu dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga kebersihan, merawat fasilitas kampus, serta menciptakan lingkungan kerja dan belajar yang sehat.
Ia juga mengingatkan bahwa alam semesta merupakan ciptaan Allah Swt. yang harus dihormati dan dijaga. Oleh karena itu, kepedulian terhadap lingkungan perlu dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan ruangan, memastikan fasilitas umum tetap terawat, serta menghindari aktivitas yang menambah pencemaran udara.
Lebih lanjut, Prof. Muzakkir menegaskan bahwa cinta kepada bangsa dan negara harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas dengan penuh tanggung jawab, kontribusi positif, dan komitmen membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan di tengah kondisi cuaca yang belum stabil serta dampak kabut asap yang memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara.


Sementara itu, pada apel pagi di Kampus IV, Dr. Asnil Aida Ritonga, M.A., selaku pembina apel, menyampaikan pembahasan mengenai penyesuaian pelaksanaan perkuliahan secara daring (online) serta pentingnya menjaga kesehatan di tengah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Penyesuaian perkuliahan tersebut mengacu pada surat resmi UINSU Nomor B-528/Un.11/WR.I/B.II.1/PP.00.9/10/2026 tertanggal 15 Oktober 2026 tentang Penyesuaian Perkuliahan Secara Daring (Online). Berdasarkan surat tersebut, seluruh kegiatan perkuliahan yang semula dilaksanakan secara tatap muka dialihkan menjadi perkuliahan daring mulai 16 hingga 23 Oktober 2026.
Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan keselamatan, kesehatan, dan kelancaran proses pembelajaran bagi mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan. Kondisi kabut asap yang memengaruhi kualitas udara di wilayah Medan, Deli Serdang, dan sekitarnya menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyesuaian kegiatan akademik tersebut.
Melalui kebijakan ini, proses pembelajaran diharapkan tetap berjalan efektif tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan. Dosen melaksanakan perkuliahan melalui platform pembelajaran yang digunakan oleh masing-masing fakultas atau program studi, sedangkan mahasiswa tetap diwajibkan mengikuti perkuliahan sesuai jadwal, termasuk ketentuan kehadiran, tugas, dan evaluasi pembelajaran.
Selain penyesuaian perkuliahan, seluruh sivitas akademika juga diimbau untuk menjaga kesehatan, menggunakan masker yang sesuai, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan atau berada di wilayah terdampak kabut asap, serta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara.
Dr. Asnil juga menegaskan dalam Surat tersebut bahwa pelayanan akademik tetap dilaksanakan dengan memaksimalkan layanan berbasis digital. Setelah 23 Oktober 2026, pelaksanaan perkuliahan akan mengikuti ketentuan yang berlaku berdasarkan hasil evaluasi dan pemberitahuan resmi dari pimpinan universitas.
Melalui pelaksanaan apel pagi di Kampus II dan Kampus IV, UINSU menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara penguatan nilai-nilai pendidikan, kedisiplinan kerja, keberlangsungan proses akademik, dan perlindungan kesehatan sivitas akademika.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh warga kampus bahwa membangun perguruan tinggi yang unggul tidak hanya membutuhkan komitmen terhadap mutu pendidikan, tetapi juga kepedulian terhadap sesama, lingkungan, serta keselamatan bersama. (Humas)




