Medan (UINSU)
Kabar membanggakan kembali diukir oleh Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan di tingkat internasional. Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UINSU Medan berhasil melaju sebagai finalis University Sustainability Leadership Award dalam ajang QS ImpACT Awards 2026.

Inisiatif yang membawa UINSU ke panggung dunia ini berjudul “Mangrove for a Carbon-Free Future: Community Eco-Theological Learning & Coastal Action”, yang digagas oleh Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti, M.Pd., dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Tadris Biologi FITK UINSU Medan. Program ini menggabungkan pelestarian ekosistem pesisir, edukasi masyarakat, serta nilai-nilai ekoteologi Islam sebagai fondasi kepedulian lingkungan.

Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas capaian bereputasi internasional ini. Beliau menegaskan bahwa prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen UINSU dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan aksi nyata pelestarian alam.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian Program Studi Tadris Biologi FITK UINSU Medan yang berhasil menembus jajaran finalis pada QS ImpACT Awards 2026. Ini merupakan wujud konkret dari integrasi keilmuan, kepedulian lingkungan, dan nilai-nilai spiritual keislaman yang menyatu dalam sebuah aksi nyata serta berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Prof. Nurhayati.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa UINSU akan terus mendukung berbagai inisiatif keberlanjutan (sustainability) yang lahir dari gagasan dosen dan mahasiswa untuk menjawab tantangan global.

“Keberhasilan membawa proyek berbasis potensi lokal di pesisir Sumatera Utara ke kancah global menunjukkan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam negeri memiliki peran strategis dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Semoga capaian ini memotivasi seluruh civitas akademika UINSU untuk terus melahirkan karya dan pengabdian yang mendunia,” tambah Rektor.

Inisiatif ini berawal dari kegiatan kuliah lapangan mata kuliah Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup pada Juni 2025 di Pulau Oong, Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Pengalaman belajar langsung di kawasan pesisir tersebut kemudian diperkuat melalui kegiatan Lesehan Ilmiah Mahasiswa Baru pada 4 Oktober 2025.

Dalam pelaksanaannya, program ini bermitra dengan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Muara Indah. Aksi penanaman mangrove ini melibatkan 130 mahasiswa, 10 dosen, dan 5 anggota masyarakat lokal, dengan total 200 bibit mangrove yang berhasil ditanam.

Keterlibatan lintas elemen ini menjadikan program tidak sekadar penanaman pohon, tetapi juga ruang edukasi interaktif. Mahasiswa tidak hanya memahami fungsi ekologis mangrove dalam menyerap karbon dan menjaga garis pantai, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat pesisir untuk membangun kesadaran kolektif terhadap dampak perubahan iklim.

Keunikan utama dari proyek ini terletak pada pendekatan ekoteologi. Dalam pandangan ini, alam bukan sekadar sumber daya yang bebas dieksploitasi, melainkan amanah dari Tuhan yang wajib dijaga keutuhannya.

Melalui pembelajaran berbasis ekoteologi, mahasiswa diajak memahami bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab moral, sosial, dan spiritual. Pendekatan ini memperlihatkan penerapan pembelajaran kontekstual dalam kurikulum Tadris Biologi FITK UINSU, yang menjembatani teori akademik di ruang kelas dengan persoalan riil masyarakat.

Selain itu, program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Climate Action) dan SDG 14 (Life Below Water).

Sebagai finalis dalam kategori University Sustainability Leadership Award di QS ImpACT Awards 2026, proyek ini membuktikan bahwa inisiatif lokal mampu memberikan inspirasi dalam skala global.

Jika berhasil keluar sebagai pemenang, proyek ini berpeluang memperoleh pendanaan pendampingan sebesar 500 pound sterling untuk perluasan dampak program, serta kesempatan dipublikasikan melalui platform resmi QS ImpACT dan QS Insights Magazine.

Pengumuman pemenang QS ImpACT Awards 2026 dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Desember 2026 dalam rangkaian Youth Summit di London, Inggris.

Keberhasilan melaju ke tahap finalis ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Keluarga besar Program Studi Tadris Biologi FITK UINSU menyampaikan terima kasih mendalam kepada Bapak Solihin dari KUPS Muara Indah atas kerja sama di lapangan.

Apresiasi setinggi-tingginya juga diberikan kepada mahasiswa Tadris Biologi angkatan 2021, 2022, dan 2024 diantaranya Rifqi Khoir Afdan, Dicky Armanda, Dinda Riris Wulandari, Zia Syamsia Balqis, Citra Partika Dwi, dan Muhammad Irfan serta seluruh pengurus dan anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Biologi UINSU Medan.

Selamat dan sukses kepada Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti, M.Pd. atas pencapaian luar biasa ini. Semoga karya ini terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak aksi keberlanjutan demi menjaga bumi bagi generasi mendatang.

Informasi selengkapnya mengenai proyek ini dapat diakses melalui tautan resmi berikut:

Skip to content