UINSU

Medan (UINSU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan mengukuhkan empat guru besar dalam berbagai bidang ilmu sekaligus mengantarkan lima guru besar purna bakti yang telah memberikan pengabdian terbaik di kampus Islam negeri terbesar di Sumut ini.

Acara pengukuhan dan pengantaran guru besar purna tugas itu berjalan khidmat dan penuh haru dihadiri para keluarga guru besar di Gelanggang Mahasiswa, kampus I Jalan Sutomo Ujung, Medan, Rabu (15/5). Pengukuhan dan pelepasan guru besar purna tugas dikemas dalam sidang senat terbuka dipimpin Ketua Senat UINSU Prof Dr Pagar Hasibuan, MAg.

Rektor UINSU, Prof Dr Nurhayati, MAg dalam sambutannya menyampaikan tiga hal. Pertama, pengukuhan ini merupakan momen kebahagiaan, UINSU kini menambah empat guru besar, kini kampus Islam ini memiliki 30 guru besar aktif. Sebelumnya, hingga 2023, terdapat penambahan guru besar yang cukup signifikan yakni sebanyak 26 guru besar. Dengan penambahan ini diharap dapat memperkuat mutu akademik dan pengembangan pendidikan di kampus.

Para guru besar atau profesor, diharapkan memberikan karya terbaik untuk pengembangan dan kemajuan pendidikan. Khususnya pada sistem dan layanan pendidikan tinggi Islam. Jejak para guru besar ini, harap rektor, juga menjadi inspirasi dan teladan bagi para dosen lain untuk mengejar gelar guru besar, yang insya Allah diiringi dengan banyak keberkahan dari Allah.

Adapun, para guru besar yang dikukuhkan kali ini yakni Prof Dr Ahmad Thamrin Sikumbang, SAg, MA dengan karya ilmiah ‘Komunikasi Islam sebagai sistem komunikasi dan informasi umat Islam membangun peradaban’. Prof Dr Ziaulhaq, SHI, MA dengan karya ‘Pasca-tareqat sufisme, ekspresi baru tarekat modern dan ancaman terhadap tarekat tradisional’. Prof Dr Ahmad Zuhri, MA dengan karya ‘Reinpretasi Alquran menuju pemikiran tafsir kontemporer’ dan Prof Dr Zainul Fuad, MA dengan karya ‘Progesivitas hukum Islam dalam merespons isu-isu perubahan sosial dan ekonomi’.

Kedua, kata rektor, terima kasih dan apresiasi ketinggi-tingginya kepada para guru besar sebagai guru bangsa yang telah purna bakti dan memberikan dedikasi dan pengabdian terbaik demi pengembangan peradaban dan ilmu pengetahuan. Acara pengantaran purna bakti ini kali pertama digelar sesuai dengan amanat statuta UINSU.

Lima guru besar yang purna tugas setelah mengabdi puluhan tahun di kampus Islam ini yakni Prof Dr Fakhruddin Azmi, MA, Prof Dr Mohammad Hatta, MA, Prof Dr Muhammad Yasir Nasution, MA, Prof Dr Haidar Putra Daulay, MA dan Prof Amiur Nuruddin, MA.

Acara juga diisi dengan pembacaan SK, penayangan video profil, pengalungan samir guru besar oleh senat universitas, pidato dan sambutan dari para guru besar dikukuhkan dan guru besar purna tugas, lalu pidato rektor dan rangkaian foto bersama dan ucapan selamat.
Poin ketiga, rektor menyampaikan, pada 31 Mei ini, UINSU akan mengunggah persyaratan borang akreditasi untuk meraih akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) unggul pada 2024 ini. Terkait target dan misi besar ini, Prof Nurhayati meminta dukungan, kerja sama dan doa semua elemen dalam keluarga besar UINSU Medan. Agar upaya peraihan akreditasi unggul tingkat institusi ini dapat terlaksana dengan baik.

Ditargetkan pada Juni mendatang, para asesor atau tim penilai lapangan akan melakukan kunjungan untuk verifikasi proses reakreditasi ini. “Mudah-mudahan tahun ini UINSU mendapatkan akreditasi unggul. Ini misi kita melanjutkan perjuangan para pendahulu kita,” ujarnya, sembari menyampaikan, pelepasan guru besar sejatinya bukanlan melepaskan, namun tetap membersamai untuk kemajuan kampus di masa depan. Lalu rektor menanti karya baru dari para guru besar dan meningkatkan semangat mengajar sehingga mendapatkan keberkahan.

Guru besar purna tugas, Prof Haidar Putra Daulay dalam sambutan menyampaikan, terima kasih atas peran pada pimpinan kampus terdahulu. Sehigga ia bisa mengembangkan karier sebagai pendidik dan meraih gelar guru besar dan menyandang gelar tersebut sekitar 25 tahun dan aktif mengajar di UINSU Medan, hingga masa pensiun pada 2019 lalu.

Kendati demikian, Prof Haidar yang didampingi keluarga besar saat acara itu menegaskan, sebagai insan akademis dan sivitas, ia tetap bertekad untuk mengkhidmatkan diri bagi pengembangan pendidikan, khususnya bagi pendidikan tinggi Islam di Sumatera Utara (Humas)

Bagikan Melalui Sosial Media :
X (Twitter)
Visit Us
YOUTUBE
INSTAGRAM
Skip to content