UINSU

Medan (UINSU)
Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan dan Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah resmi memperkuat ikatan institusional melalui penandatanganan perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung khidmat di Aula Rektorat Kampus IV UINSU, Medan, Senin (20/4). Acara ini menandai babak baru kolaborasi kedua instansi yang secara emosional telah lama terjalin erat, mengingat banyaknya irisan sejarah dan sumber daya manusia di antara keduanya. Mewakili Rektor UINSU, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., dalam sambutannya menekankan bahwa MoU ini bukan sekadar seremonial di atas kertas, melainkan sebuah komitmen untuk menghadirkan kerja sama yang produktif dan berdampak nyata bagi masyarakat akademik di Sumatera Utara.

Dalam suasana penuh keakraban, Prof. Muzakkir menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Rektor yang sedang memenuhi undangan penting di kantor Gubernur yang tidak dapat diwakilkan. Beliau menganalogikan bahwa MoU tanpa realisasi seperti “langit tanpa bintang”, sehingga ia mendorong agar seluruh unit, mulai dari tingkat dekanat hingga pascasarjana, segera menindaklanjuti kesepakatan ini dengan program-program konkret seperti riset kolaboratif dan pertukaran penguji eksternal untuk program doktor. Senada dengan hal tersebut, Rektor UMN Al-Washliyah, Prof. Dr. H. Firmansyah, M.Si., mengungkapkan rasa bangganya atas keberlanjutan kerja sama ini. Ia mengenang bagaimana sejarah UMN yang berawal dari bagian Univa hingga kini tumbuh menjadi institusi dengan akreditasi unggul, sebuah pencapaian yang menurutnya tidak lepas dari dukungan serta inspirasi yang diberikan oleh UINSU sebagai mitra strategis tertua mereka.

Kehadiran jajaran pimpinan dari kedua belah pihak menunjukkan betapa krusialnya agenda ini. Dari pihak UINSU, tampak hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Katimin, M.Ag., Kepala Biro AAKK Dr. Tohar Bayoangin, M.Ag., Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, serta para Dekan dan Wakil Dekan dari berbagai fakultas. Selain itu, hadir pula Ketua LPM Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.A., Kepala Pusat Admisi dan Promosi, serta tim dari Humas dan Kerja Sama UINSU. Prof. Muzakkir juga memaparkan prestasi UINSU yang saat ini tengah menuju World Class University dan kesuksesan jurnal Miqot yang telah menembus Q1 Scopus, sebuah peluang yang sangat terbuka bagi dosen-dosen UMN Al-Washliyah untuk berkolaborasi dalam penelitian internasional.

Pihak UMN Al-Washliyah pun mengirimkan delegasi lengkap yang terdiri dari Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Anwar Sadat, S.Ag, M.Hum., Wakil Rektor II Dr. Dedy Juliandri Panjaitan, M.Si., dan Wakil Rektor III Prof. Dr. Samsul Bahri, M.Si. Turut mendampingi jajaran rektorat adalah Direktur Pascasarjana Prof. Sutikno, S.Pd, M.Pd, Ph.D., serta para Dekan, di antaranya Dr. Abdul Mujib, M.Pmat. (FKIP), Dr. Rahmadi Ali, M.Pd.I (FAI), Dr. Debbi Cynthia Ovami, S.Pd, M.Si (FEB), Dr. Apt. Minda Sari Lubis, S.Farm, M.Si (Farmasi), dan Dr. Halimatul Maryani, SH, MH (Fakultas Hukum). Kehadiran unsur pimpinan lembaga seperti Dr. Muhammad Hilman Fikri, SH.I, MM (Kepala LKPM), Hizmi Wardani, M.Pd (Sekretaris LKPM), dan Marissa Amir, S.Pd (KTU LKPM) semakin mempertegas kesiapan administratif UMN dalam menjalankan poin-poin kerja sama di bidang pengabdian masyarakat dan pengembangan kurikulum.

Selama prosesi penandatanganan, kedua pihak sepakat bahwa tantangan perguruan tinggi di masa depan menuntut adanya “super tim”, bukan sekadar individu-individu yang unggul secara mandiri. Kolaborasi riset yang didukung oleh dana internal maupun hibah kompetitif dari Dikti menjadi salah satu fokus utama yang dibahas. UINSU menawarkan bantuan asistensi akreditasi melalui tim LPM-nya, sementara UMN Al-Washliyah menyambut baik peluang pemanfaatan fasilitas dan keahlian masing-masing institusi untuk meningkatkan kualitas lulusan. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi besar bagi indeks pembangunan manusia, khususnya dalam mencetak akademisi yang moderat dan kompeten di wilayah Sumatera Utara.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang memperlihatkan kehangatan hubungan antar pimpinan kedua universitas. Penandatanganan MoU ini bukan hanya menjadi bukti formalitas hukum, tetapi juga pengingat akan besarnya potensi jika dua institusi Islam besar ini bersatu dalam visi yang sama. Dengan semangat kebersamaan ini, UINSU Medan dan UMN Al-Washliyah berkomitmen untuk terus tumbuh bersama, melakukan pengabdian masyarakat internasional, dan memperkuat publikasi ilmiah demi kemaslahatan umat serta kemajuan pendidikan tinggi nasional. (Humas)

Skip to content