UINSU

Medan (UINSU)
Dalam upaya menjaring dan mengembangkan potensi mahasiswa di bidang kebahasaan, Pusat Pengembangan Bahasa (PUSPESA) UIN Sumatera Utara (UINSU) Medan menyelenggarakan Festival Bahasa yang berlangsung selama empat hari, pada 17–20 Juni 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Gedung PUSPESA UINSU dan diikuti oleh mahasiswa dari seluruh fakultas di lingkungan UINSU.

Festival Bahasa tahun ini mempertandingkan tujuh cabang bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, Bahasa Mandailing, Bahasa Minangkabau, dan Bahasa Karo. Ketujuh bahasa tersebut merepresentasikan bahasa nasional, internasional, dan bahasa daerah yang menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi mahasiswa. Setiap fakultas mengirimkan peserta putra dan putri dengan total 14 mahasiswa untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan yang diselenggarakan.

Untuk menjamin kualitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri dari berbagai kalangan akademisi dan praktisi bahasa, di antaranya perwakilan dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UNIVA Medan, serta sejumlah dosen dari perguruan tinggi mitra yang memiliki kompetensi di bidang kebahasaan.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kepala PUSPESA UINSU, Prof. Dr. Watni Marpaung, M.A., menyampaikan bahwa Festival Bahasa akan menjadi program rutin yang terus dikembangkan sebagai wadah pembinaan kemampuan pidato, orasi, dan keterampilan berbahasa mahasiswa. Menurutnya, pada awal penyelenggaraannya, cabang lomba yang dipertandingkan hanya mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Namun seiring perkembangan program, berbagai bahasa daerah turut diakomodasi sebagai bentuk pelestarian kekayaan budaya dan linguistik Nusantara.

Ia juga menjelaskan bahwa Festival Bahasa diharapkan menjadi media promosi UINSU kepada masyarakat luas, khususnya siswa SMA, MA, dan sekolah sederajat. Ke depan, kegiatan ini direncanakan akan melibatkan peserta dari tingkat sekolah menengah sehingga dapat menjadi ajang pengenalan kampus sekaligus wadah pengembangan bakat kebahasaan generasi muda.

Selain itu, festival ini juga diproyeksikan sebagai sarana pembinaan calon duta bahasa dan peserta kompetisi kebahasaan di tingkat yang lebih tinggi. Selama ini, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara secara rutin melibatkan mahasiswa UINSU dalam berbagai kegiatan dan kompetisi kebahasaan tingkat provinsi maupun nasional, sehingga diperlukan proses pembinaan yang berkelanjutan untuk melahirkan delegasi-delegasi terbaik kampus.

Sementara itu, Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Bahasa sebagai salah satu program strategis dalam mendukung pengembangan kualitas mahasiswa. Menurutnya, penguasaan bahasa tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga merupakan instrumen penting dalam membangun daya saing akademik, memperluas jejaring global, serta memperkuat identitas budaya bangsa. Kegiatan ini dinilai sejalan dengan visi UIN SU sebagai Smart Islamic University yang mampu melahirkan lulusan unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui Festival Bahasa 2026, UIN SU berharap dapat terus melahirkan generasi mahasiswa yang memiliki kompetensi kebahasaan yang kuat, mencintai bahasa dan budaya daerah, serta mampu menjadi representasi kampus dalam berbagai ajang kebahasaan di tingkat regional, nasional, maupun internasional. (Humas)

Skip to content